May 17, 2022

Uni Eropa Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi

Uni Eropa Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi

Uni Eropa Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi – Pada akhir November, Komisi Uni Eropa menghasilkan serangkaian saran buat dipakai dengan cara dalam. Saran itu menganjurkan buat menghalangi pemakaian bahasa yang mereferensikan langsung kepada kelamin, etnik, suku bangsa, serta agama. Pemisahan informal pula menghalangi pemakaian tutur Natal.

Uni Eropa Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi

Uni Eropa Berencana Hapus Kata Natal, Paus Fransiskus Samakan UE dengan Nazi

globalpulsemagazine – Paus Fransiskus juga bereaksi atas konsep mengubah tutur” Aman Natal” dengan” liburan senang,” menyamakan saran itu dengan ketentuan kediktatoran sangat kejam, tercantum yang fasis. Paus berkata mereka mengecam buat memusnahkan adat- istiadat serta rancangan asal usul.

Pada dikala yang serupa, Paus Fransiskus menekan sokongan buat para migran serta berkata kalau kerakyatan rawan bagus oleh kerakyatan ataupun penguasa supranasional. Ia mengatakan akta itu selaku” anakronisme” dari” sekularisme yang dipermudah”.

Baca juga : Ini 5 Poin Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Syprus serta Yunani

“ Dalam banyak asal usul, banyak kediktatoran sudah berupaya melaksanakannya. Pikirkan Napoleon: dari situ. Pikirkan kediktatoran Nazi, komunis,” tutur Paus pada rapat pers sekembalinya dari perjalanannya ke Yunani serta Siprus.

” Ini merupakan style sekularisme yang cair, air seruling. Tetapi ini merupakan suatu yang sepanjang ini tidak sukses,” imbuhnya semacam diambil dari Sputnik, Rabu( 8/ 12/ 2021).

Paus Fransiskus pula berkata kalau Uni Eropa( UE) wajib berjaga- jaga buat tidak mengutip rute kolonisasi ideologis, sebab ini dapat selesai dengan membagi koyak negeri serta menimbulkan UE kandas.

Dalam akta dalam setebal 32 laman, yang diumumkan oleh Kepala negara Komisi Eropa Ursula von der Leyen minggu kemudian, para administratur Eropa dianjurkan buat memakai bahasa inklusif buat kurangi perumusan yang terpaut dengan kelamin, etnisitas, serta arah.

Dengan cara spesial, pegawai dimohon buat mengatakan rentang waktu Natal selaku” masa liburan”, sebab orang mempunyai adat- istiadat serta penanggalan agama yang berlainan. Tidak hanya itu, bacaan akta itu bermuatan saran buat melalaikan damai“ tuan serta nyonya”, mengubahnya dengan“ rekan- rekan yang terpandang.”

Komisi Eropa berencana mengubah tutur Aman Natal dengan liburan senang, Paus Fransiskus menyamakannya dengan Nazi.

Paus Fransiskus berkata kalau Uni Eropa( UE) wajib berjaga- jaga buat tidak mengutip rute kolonisasi ideologis. Pada akhir November, Komisi Eropa menghasilkan.

juga bereaksi atas konsep mengubah tutur” Aman Natal” dengan” liburan senang,” menyamakan saran itu dengan ketentuan kediktatoran sangat kejam, tercantum yang fasis. Paus berkata mereka mengecam buat memusnahkan adat- istiadat serta rancangan asal usul.

Pada dikala yang serupa, Paus Fransiskus menekan sokongan buat para migran serta berkata kalau kerakyatan rawan bagus oleh kerakyatan ataupun penguasa supranasional. Ia mengatakan akta itu selaku” anakronisme” dari” sekularisme yang dipermudah”.

“ Dalam banyak asal usul, banyak kediktatoran sudah berupaya melaksanakannya. Pikirkan Napoleon: dari situ. Pikirkan kediktatoran Nazi, komunis,” tutur Paus pada rapat pers sekembalinya dari perjalanannya ke Yunani serta Siprus. Baca pula:” Ini merupakan style sekularisme yang cair, air seruling. Tetapi ini merupakan suatu yang sepanjang ini tidak sukses,”

Seseorang pendeta berumur Kristen Kolot Yunani meledek Paus Fransiskus kala akan merambah adres Uskup Agung Kolot di Athena pada Sabtu( 5/ 12/ 2021). Pendeta itu juga setelah itu dibawa berangkat oleh polisi.

Film membuktikan pendeta itu, yang menggunakan jubah serta topi gelap dan mempunyai janggut putih jauh, menyorakkan perkata dalam bahasa Yunani di luar bangunan.

” Paus, Kamu menyimpang!” tuturnya saat sebelum polisi menggiringnya berangkat semacam dikutip dari Reuters, Pekan( 5/ 12/ 2021).

Saksi mata berkata pendeta itu berteriak lumayan keras supaya paus mengikuti ketegangan itu. Laki- laki itu kelihatannya jatuh dikala dibawa berangkat serta dinaikan oleh polisi.

Paus Fransiskus datang di Yunani pada hari Sabtu buat kunjungan 3 hari yang diharapkan pemeluk Kristen Yunani hendak bawa gereja- gereja Timur serta Barat lebih dekat.

Kejadian jadi suatu pengingat hendak ketidakpercayaan yang sedang terdapat di antara 2 gereja yang terbagi.

Kekristenan terbagi jadi Gereja Kristen Bulu halus serta Gereja Kolot Timur pada tahun 1054 dalam apa yang diucap selaku Skisma Besar, serta sepanjang beratus- ratus tahun ikatan itu jadi ikatan yang berbatu.

Dalam pidatonya pada uskup agung, Beatitude Ieronymos II, Paus Fransiskus memohon maaf atas julukan Gereja Kristen Bulu halus atas kedudukannya dalam kekeliruan asal usul yang menimbulkan keretakan.