May 17, 2022

Ini 5 Poin Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Syprus serta Yunani

Ini 5 Poin Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Syprus serta Yunani

Ini 5 Poin Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Syprus serta Yunani – Kawan Amores yang dikasihi Tuhan Yesus, dari Vatikan dikabarkan kalau Bapa Bersih hendak bertamu ke Syprus serta Yunani Sabtu 6 Desember 2021. Bagi kabar yang dikumpulkan Amorpost, Bapa Sucy hendak stay di situ sampai hari Senin 8 desember.

Ini 5 Poin Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Syprus serta Yunani

Ini 5 Poin Penting Kunjungan Paus Fransiskus ke Syprus serta Yunani

globalpulsemagazine – Terdapat sebagian nilai berarti yang hendak diulas dikala kunjungannya itu. Selanjutnya ini 5 nilai berarti yang dihimpun oleh sidang pengarang Amorpost. Apa Saja?

1. MIGRAN Serta PENGUNGSI

Dengan memilah buat kembali sehabis 5 tahun ke pulau Lesbos buat berjumpa dengan para pengungsi, Paus Fransiskus membuktikan ambisinya buat sekali lagi menerangi kejadian imigrasi. Paus, yang dari Bulu halus tidak sempat menyudahi memanggil Eropa buat menyangka para migran selaku orang serta bukan nilai, hendak memakai ekspedisi global ke- 35 ini selaku jeritan buat batin batin warga, pada dikala para migran karam di bebas tepi laut Calais ataupun ditempatkan di pinggiran Belarusia.

Baca juga : Paus untuk Aksi Katolik: Melayani umat manusia dengan menyatakan iman kepada Kristus

Di Siprus, beliau hendak mendatangi berkah ekumenis bersama para pengungsi. Terdapat dialog kalau ia bisa jadi bawa segerombol migran kembali ke Italia.

2. EKUMENISME

Di Siprus semacam di Yunani, Paus hendak berjumpa dengan kepala gereja autocephalous lokal, Khrisostomus II serta Hieronimus II. Fransiskus hendak jadi Paus kedua dalam asal usul yang memijakkan kaki di tanah Siprus, 11 tahun sehabis ekspedisi Benediktus XVI.

Di Yunani, beliau pula hendak menjajaki jejak Yohanes Paulus II, Paus awal yang mendatangi negeri ini semenjak Skisma Besar 1054. Dikala itu, Paus Polandia memohon pemaafan atas kekeliruan yang dicoba Gereja Kristen kepada Kolot.

Walaupun tindakan ini, Uskup Theodore Kontidis dari Athena berterus terang kalau sedang terdapat“ perbandingan, terkadang konflik” antara Bulu halus serta Gereja Yunani– yang menyangkal pertemuan berkah ekumenis sepanjang ekspedisi.

Di bagian lain, Gereja Kolot Siprus bisa membuktikan lebih banyak ciri kelangsungan: durasi berkah ekumenis direncanakan sepanjang pertemuan dengan para migran di Nikosia.

3. Suasana POLITIK SIPRUS

“ Permasalahan Siprus bisa dituntaskan lewat perbincangan yang ikhlas serta loyal antara pihak- pihak terpaut, senantiasa dengan memikirkan kebaikan semua pulau”: ini merupakan perkata Elementer Pietro Parolin, Sekretaris Negeri Paus, yang diucapkan pada malam kepergian Paus.

Semenjak 1974, pulau itu sudah terbagi 2 antara Republik Siprus, dengan kebanyakan Kolot di selatan, serta Republik Turki Siprus Utara, dengan kebanyakan Orang islam, yang cuma diakui oleh Turki. Semenjak kekalahan konsep reunifikasi Annan tahun 2004– ditolak oleh Siprus selatan– status quo khusus kelihatannya sudah diresmikan, tutur pangkal diplomatik setempat.

Buat bagiannya, Takhta Bersih“ mensupport seluruh usaha” yang membidik pada reunifikasi,“ salah satunya pemecahan” buat perdamaian di pulau itu, nyata Matteo Bruni, ketua Kantor Pers Takhta Bersih.

Paus Fransiskus diperkirakan tidak hendak mangulas permasalahan ini dari ujung penglihatan politik, tutur Uskup Agung Selim Sfeir, Uskup Agung Maronit Siprus, namun“ melaporkan solidaritasnya dengan masyarakat.

4. MEDITERANIA

“ Eropa tidak bisa melalaikan Mediterania,” tutur Paus Fransiskus sepekan saat sebelum keberangkatannya dalam suatu catatan film.

Pada Februari 2022, paus Argentina hendak sekali lagi mengakulasi seluruh uskup Mare Nostrum di Florence buat pertemuan pucuk dengan administratur tersaring.

Paus Fransiskus memandang Mediterania selaku cekungan alterasi, hari ini amat risau oleh permasalahan evakuasi. 28 November kemudian, ia menangisi kodrat mereka yang melalui laut ini“ buat mencari tanah kelimpahan serta justru menciptakan makam.”

Namun temanya pula terpaut dengan ekumenisme, kesimpulannya dipaparkan oleh Carol Saba Kolot Prancis, yang menyangka kalau Mediterania wajib“ memadukan 2 alat pernapasan Kekristenan.”

5. KESEHATAN PAUS

Sebelas hari sehabis kembali dari Athena, Paus Argentina hendak memperingati balik tahunnya yang ke- 85 pada 17 Desember, sehabis satu tahun diisyarati dengan permasalahan kesehatan. Tahun 2021 diawali dengan timbulnya kembali perih ngilu panggul, yang memaksanya buat menunda sebagian akad.

Tetapi itu paling utama pembedahan usus besar Juli kemudian yang memforsir Paus buat rehat.“ Aku sedang hidup,” tuturnya ironis di suatu stasiun radio Spanyol pada dini September, menepis rumor pembatalan diri sebab kesehatannya.

Semenjak itu, skedul Uskup Bulu halus tidak sempat kosong. Namun menjelang kepergian paus ke Siprus serta Yunani, Vatikan melalaikan buah pikiran kalau paus wajib bebas saja.

Data itu pergi dengan cara tidak langsung. Sedangkan informasi pers mempersoalkan janji audiensi antara Paus Fransiskus serta badan Komisi Prancis mengenai pelecehan intim– dijadwalkan pada 9 Desember, 3 hari sehabis kembalinya Paus ke Bulu halus– Uskup Agung Eric de Moulins Beaufort berupaya buat menjelaskan permasalahan, menarangkan kalau Prefektur Rumah Tangga Kepausan mempunyai“ kewajiban buat memudahkan” agenda Paus sekembalinya dari perjalanannya.