Agama Katolik Di Indonesia

Sejarah masuknya agama Katolik di Indonesia berawal dari bangsa Portugis yang berlabuh di pulau Malaka. awal kedatangan pertama kali bangsa Portugis ke Indonesia adalah mereka mencoba untuk menguasai rempah-rempah hasil bumi Indonesia yang berharga dan salah satunya untuk memperluas usaha Misionaris Khatolik Roma. Bangsa Portugis yang ahli dalam pembuatan kapal dan terkenal dengan armada lautnya yang mampu menguasai lautan memungkinkan mereka untuk melakukan ekspedisi perjalanan hingga ke Indonesia. Malaka berhasil ditaklukkan Bangsa Portugis pada tahun 1512.

Portugis datang ke Indonesia dengan membuat persepakatan dagang dengan Raja-raja di Indonesia pada masa itu. Salah satu Raja yang memiliki kesepakatan dengam Bangsa Portugis adalah Raja dari kerajaan Sunda yaitu Raja Prabu Surawisesa. Diketahui dari perjanjian dan pada tahun 1522, bangsa Portugis siap membentuk koalisi dengan Kerajaan Sunda, yang memiliki pelabuhan-pelabuhan penting pada masa itu, yaitu Banten dan Cirebon. Hal ini diketahui oleh http://speedbet88.co yaitu ditandai dengan perjanjian dagang yang saling menguntungkan, yaitu pedagangan lada untuk bangsa Portugis, dan mengijinkan bangsa Portugis mendirikan benteng di Sunda Kelapa, guna membantu kerajaan Sunda, yang merasa mulai melemah karena semakin meluasnya pengaruh Kesultanan Demak.

Namun karena beberapa hal, Portugis tidak dapat memenuhi perjanjian yang dibuat dan bangsa Portugis diusir dari Sunda Kelapa. Bangsa Portugis gagal menguasai pulau Jawa, lalu mereka mengalihkan perhatiannya ke arah timur yaitu ke Maluku. Melalui penaklukan militer dan persekutuan dengan para pemimpin lokal, bangsa Portugis mendirikan pelabuhan dagang, benteng, dan misi-misi di Indonesia bagian Timur termasuk pulau Ternate, Ambon dan Solor. Sejak tahun 1520 Portugis mulai menempati Solor, sebuah pulau kecil di depan Larantuka menurut catatan sejarah yang ada. Awal Mulanya untuk berdagang mencari rempah-rempah di wiliyah timur Indonesia. Bangsa Portugis mulai membuat rumah-rumah sederhana. Karena orang Portugis ini beragama Katolik, mereka berdoa ala Katolik di sana. Baru pada 1561 empat pater Ordo Dominikan dikirim dari Melaka ke Solor.

Sejarah dari Portugis

Empat Pater itu menetap di Solor. Selain melayani pedagang-pedagang Portugis, para misionaris itu mewartakan Injil ke penduduk lokal. Kehadiran orang asing, agama baru, tidak diterima begitu saja. Terjadi sejumlah perlawanan berdarah-darah. Sehingga untuk melindungi diri dari serangan penduduk lokal, pada 1566 Pastor Antonio da Cruz membangun benteng di Lohayong, Kecamatan Solor Timur sekarang. Penyebaran agama Katolik di Kepulauan Solor (sekarang Kabupaten Flores Timur) sukses besar. Bahkan, sebuah Seminari dibikin di dalam Benteng Lohayong tersebut. Pada tahun 1600 sedikitnya ada 50 siswa (seminaris) yang belajar mempersiapkan diri sebagai rohaniwan Katolik.

Dan bisa dipastikan bahwa inilah seminari Katolik pertama di Indonesia. Ada gereja bernama Nossa Senhora da Piedade. Beberapa tahun kemudian dibangun Gereja Sao Joao Baptista. Singkat cerita, hingga 1599 misionaris perintis ini berhasil mendirikan 18 gereja di Solor dan sekitarnya. Namunuasaan Portugis tidak bertahan lama. Pada 27 Januari 1613 sebuah armada Belanda datang ke Solor. Kapten Manuel Alvares mengerahkan 30 orang Portugis serta seribu penduduk lokal untuk mempertahankan benteng di Lohayong. Portugis ternyata kalah setelah berperang tiga bulan.

Perang terus-menerus antara sesama penjajah ini membuat ke-Katolikan yang masih sangat muda tidak berkembang. Berantakan. Melihat suasana yang tidak kondusif tersebut, pater-pater Dominikan memindahkan markasnya ke Larantuka. Selanjutnya yang berada di pinggir laut itu menjadi pusat misi Katolik di Nusa Tenggara Timur, kemudian Timor Timur, bahkan Indonesia. Misi di Larantuka ternyata jauh lebih sukses. Bagi member poker http://multipoker88.com ini karena adat antara Belanda dan Portugis untuk membiarkanr Dominikan menyebarkan agama Katolik di seluruh Flores dan sekitarnya. Di dekat Larantuka juga dibikin seminari. Sejak itulah kebanyakan penduduk Flores mulai mengenal kristianitas, dimulai dari Pulau Solor dan Larantuka di Flores Timur kemudian menyebar ke seluruh daratan Flores dan Timor. Dengan demikian, berbeda dari penduduk di daerah-daerah lain di Indonesia, mayoritas masyarakat Pulau Flores memeluk agama Katolik.” Itulah awal sejarah masuknya agama Katolik di Indonesia.

Leave a Reply