Paus Fransiskus Terbitkan Keputusan Antikorupsi Vatikan

Share this:

Paus Fransiskus Terbitkan Keputusan Antikorupsi Vatikan – Atasan Tahta Bersih Gereja Kristen Vatikan, Paus Fransiskus, menerbitkan keputusan buat melawan penggelapan di badan itu.

Paus Fransiskus Terbitkan Keputusan Antikorupsi Vatikan

Paus Fransiskus Terbitkan Keputusan Antikorupsi Vatikan
dw.com

globalpulsemagazine – Dikutip Reuters, Kamis( 29 atau 4), keputusan itu bermuatan pertanyaan pengawasan penuh untuk administratur tingkatan menengah aspek finansial Vatikan, tercantum para elementer.

Keputusan itu mengharuskan para administratur menengah serta elementer mengatakan kekayaan mereka pada dikala penunjukan, serta tiap 2 tahun sehabis itu bila mereka jadi poin pelacakan dalam asumsi penggelapan.

Baca juga : Pengakuan Paus Fransiskus pertanyaan Perbudakan Biarawati

Tidak hanya itu, di dalam keputusan itu Paus Fransiskus mencegah para elementer serta administratur menengah Vatikan menaruh duit di negeri ataupun area kayangan pajak, mencegah para administratur menyambut pemberian lebih dari 40 Euro ataupun memiliki peninggalan properti yang dibeli dari pangkal pendapatan yang tidak legal.

Keputusan itu diterbitkan Paus Fransiskus sehabis pada Mei 2020 kemudian ia menerbitkan ketentuan buat memperketat metode kontrak kegiatan yang dicoba beberapa unit di Vatikan.

Esoknya, para calon administratur menengah serta elementer harus meneken pesan statment mereka tidak memiliki dana dalam wujud pemodalan ataupun saham, walaupun lewat pihak ketiga, di beberapa industri yang masuk dalam catatan asumsi kejahatan pencucian duit.

Tidak hanya itu, Paus Fransiskus pula mencegah para administratur menengah Vatikan serta elementer memiliki saham ataupun menancapkan modal di industri yang memiliki kebijaksanaan berlawanan dengan ajaran sosial Gereja Kristen.

Baca Juga : Umat Kristen Malaysia Diizinkan Menggunakan Kata “Allah”

Diprediksi industri yang diartikan merupakan industri farmasi serta korporasi yang ikut serta kontaminasi area.

Paus Fransiskus lewat keputusan itu melaporkan para aku Vatikan harus mematuhi ketentuan yang legal dengan cara global serta mempraktikkan prinsip aturan mengurus badan yang bagus, ialah kelangsungan, tidak ikut serta bentrokan kebutuhan, patronase ataupun penggelapan.

Atasan Gereja Kristen Vatikan, Paus Fransiskus, menerbitkan keputusan buat melawan penggelapan di badan itu. Keputusan itu bermuatan pertanyaan pengawasan penuh untuk administratur tingkatan menengah aspek finansial Vatikan, tercantum para kardinalnya.

Keputusan itu mengharuskan para administratur menengah serta elementer memberi tahu kekayaan mereka tiap 2 tahun sekali. Tidak hanya itu, di dalam keputusan itu Paus Fransiskus mencegah para elementer serta administratur menengah Vatikan menyambut pemberian lebih dari 40 Euro ataupun memiliki peninggalan properti yang dibeli dari pangkal pendapatan yang tidak legal.

Paus Fransiskus Buat Ketentuan Tangkal Penggelapan, Karyawan Dilarang Dapat Hadiah di Atas Rp700. 000

Paus Fransiskus membuat ketetapan terkini pengawasan para karyawan penguasa Vatikan, tercantum elementer, untuk menghindari aplikasi penggelapan. Saat sebelum dilantik serta tiap 2 tahun sepanjang berprofesi, para karyawan wajib melapor bila mereka hadapi permasalahan finansial, semacam diambil dari Reuters, Kamis( 29 atau 4 atau 2021).

Tidak hanya itu mereka tidak bisa bercanda dengan pajak, menyambut hadiah lebih dari 40 euro ataupun dekat Rp700. 000, dan melaksanakan bidang usaha real estate yang modalnya didapat dari kegiatan bawah tangan. Aksi ini ialah yang terkini diaplikasikan Paus Pransiskus buat memencet aplikasi penggelapan. Pada Mei 2020 Paus memperketat ketentuan kontrak logistik oleh unit di Vatikan.

Para administratur yang memaraf perjanjian sedia berkomitmen tidak hendak mempunyai, sekalipun lewat pihak ketiga, pemodalan ataupun saham di industri yang beresiko besar buat pencucian duit.

Mereka pula tidak bisa mempunyai saham ataupun kebutuhan lain di industri yang kebijaksanaannya berlawanan dengan ajaran gereja. Ini merujuk pada industri farmasi dan entitas yang bisnisnya mengganggu area.

Kasus Finansial Vatikan, Pengawal Paus Fransiskus Mundur

Ajudan penting Paus Fransiskus sekalian Kepala Kepolisian Vatikan, Domenico Giani, mengundurkan diri sehabis pelacakan kasus finansial kota itu bocor ke alat.

Vatikan mengatakan Paus Fransiskus menyambut pengajuan pembatalan diri Giani walaupun berkata si pengawal” tidak bertanggung jawab” atas perinci pelacakan yang bocor ke alat itu.

Paus Fransiskus dikabarkan amat marah atas pemberitaan alat terpaut bocornya pemberitahuan kepolisian yang menguraikan kalau beberapa karyawan rezim Kota Vatikan jadi sasaran pelacakan kasus cetak biru jual beli perumahan.

Alat ikut mengeluarkan beberapa gambar 5 karyawan rezim kota Vatikan yang jadi terget pelacakan. 2 di antara 5 orang itu ialah figur tua.

” Pengumuman ini mudarat derajat banyak orang yang ikut serta serta pandangan Gendarmerie( polisi),” tutur penguasa Vatikan lewat statment semacam diambil AFP pada Senin( 14 atau 9).

Pengungkapan pelacakan itu terjalin sehabis polisi Vatikan dini bulan ini menggerebek kantor pusat rezim Gereja Kristen Vatikan serta Daulat Data Finansial( AIF), badan anti- pencucian duit yang bebas.

Beskal ikut mengambil beberapa akta serta fitur elektronik dari kantor itu.

Vatikan menguraikan penyergapan itu terpaut dengan aduan yang di informasikan oleh Bank Vatikan serta Kantor Pengaudit Jenderal hal bisnis finansial” yang dicoba dari durasi ke durasi.”

Majalah Espresso Italia berkata pelacakan itu tercantum” pembedahan real estate di luar negara”, paling utama di London.

Sedangkan itu, alat menyangka Giani ialah” malaikat penjaga” Paus Fransiskus.

Saat sebelum Paus Fransiskus, Giani pula sudah bertugas pada 3 paus tadinya. Beliau sering nampak dalam tiap ekspedisi paus dengan menggunakan jaket hitam serta berdiri di dekat paus.

Giani mengawali kariernya selaku agen rahasia Italia saat sebelum berasosiasi dengan gerombolan keamanan Vatikan pada 20 tahun kemudian.

Pucuk karir Giani terjalin kala laki- laki 57 tahun itu dinaikan selaku Kepala Kepolisian Vatikan pada 2006 kemudian.

Kasus Penggelapan, Paus Fransiskus Ubah Kepala PPATK Vatikan

Atasan Tahta Bersih Vatikan, Paus Fransiskus, menunjuk mantan atasan Bank Esensial Italia, Carmello Barbagallo, buat mengusut pelacakan asumsi penggelapan yang lagi diusut Daulat Data Finansial( AIF) Vatikan. Dampak kasus itu, Vatikan dihukum oleh jaringan anti- pencucian duit bumi.

Semacam dikutip Associated Press, Kamis( 28 atau 11), Barbagallo hendak memimpin AIF mengambil alih Rene Bruelhart yang dilepas semenjak 1 Oktober kemudian. Perihal itu dicoba terpaut pelacakan asumsi penggelapan yang mengaitkan industri kegiatan serupa properti di London, Inggris, oleh interogator Vatikan.

” Aku berkomitmen hendak membenarkan sistem data finansial bumi kalau kita hendak bertugas serupa cocok standar global,” tutur Barbagallo.

Barbagallo semenjak 2014 memimpin bagian investigasi kesalahan finansial di Bank Esensial Italia. Sebaliknya kewajiban AIF mendekati dengan Pusat Peliputan Analisa Bisnis Finansial( PPATK) di Indonesia.

Dalam penggeledahan oleh penegak hukum Vatikan, ditemui ditemui beberapa akta. Akibatnya merupakan Tim Egmont menyudahi mengakhiri sedangkan layanan komunikasi spesial buat Vatikan sebab dikira tidak dapat memenuhi akad buat menaruh kerahasiaan serta keamanan informasi.

Interogator melaporkan mereka mengesun aroma rasuah terpaut pembelian saham di industri properti elegan oleh kepaniteraan jenderal Vatikan pada 2012. Tetapi, di setelah itu hari Vatikan mengetahui mereka wajib menanggung pinjaman dalam jumlah besar, sebesar EUR10 juta( dekat Rp155 miliyar).

Permasalahan ini kembali membuka kekurangan pengurusan finansial Vatikan. Karena, mereka pula lagi berupaya menghilangkan nama baik selaku area kayangan pajak untuk para konglomerat serta entitas bidang usaha bumi buat merahasiakan kekayaan.

AIF terkini mengenali perihal itu pada Maret 2019, sehabis bisnis berakhir. Tetapi, Menteri Luar Negara Vatikan, Monsignor Edgar Pen Parra, memberi tahu asumsi bisnis menyangsikan itu pada AIF.

Perihal itu membuat AIF serta badan intelijen finansial di Amerika Sindikat, Inggris, Italia, Luxembourg serta Swiss beranjak mengusut arus finansial bisnis pembelian saham itu. Hendak namun, diprediksi permasalahan ini pula terjalin dampak kesalahpahaman antara kejaksaan Vatikan serta AIF.

Perihal ini membuat cara pelacakan yang dicoba AIF serta 5 badan intelijen finansial jadi terhambat. Di bagian lain, wewenang AIF pula dipertanyakan sebab mereka tidak memiliki pengawas oleh penguasa Vatikan, serta pemakaian anggarannya pula tidak dikontrol.

Terdapat asumsi pelacakan AIF terencana terbuat rancu dampak kebutuhan beberapa golongan.

Akhirnya, 2 dari 4 badan badan pengawas AIF menyudahi mundur dampak peristiwa itu. Salah satunya merupakan Juan Zarate, yang ialah mantan advokat kepresidenan Amerika Sindikat aspek anti terorisme serta mantan daya pakar Departemen Finansial AS aspek kesalahan finansial serta pendanaan golongan teror.

” Penggeladahan AIF membuat pelacakan kita tersendat. Kita tidak dapat lagi meneruskan cara pembaruan yang telah berjalan sepanjang 5 tahun,” tutur Zarate.

Biarpun begitu, Paus Fransiskus melaporkan mensupport penggeledahan itu serta melaporkan cara pembaruan finansial sedang berjalan cocok ketentuan.