Nyatakanlah padaku, Cerita Ishak serta Rebekah

Share this:

Nyatakanlah padaku, Cerita Anak Katolik Ishak serta Rebekah – Tuhan menjanjikan Abraham jika ia hendak jadi bapa dari bangsa yang besar. Buat dapat menciptakan perihal itu ia wajib mempunyai seseorang anak, serta kita telah memandang pergumulan kepercayaan yang kesimpulannya membagikan mereka anak. Kelahirannya ialah perihal yang bagus dalam ekspedisi mereka dengan Tuhan. Ishak ialah kebahagiaan besar dalam keluarga mereka! Serta ia anak yang baik—taat, melaksanakan tugasnya, serta angkat tangan pada ibu dan bapaknya. Ketaatan ialah salah satunya uraian mengapa Abraham dapat mengikat anak belia itu serta membaringkannya di mezbah dedikasi. Tuhan mengambil alih Kambing jantan atas ketaatan itu; Ishak diselamatkan serta mereka bertiga dapat berbahagia terkumpul lagi selaku keluarga.

Nyatakanlah padaku, Cerita Anak Katolik Ishak serta Rebekah

Nyatakanlah padaku, Cerita Ishak serta Rebekah

globalpulsemagazine – Terdapat banyak petunjuk yang menampilkan jika mereka ialah keluarga yang dekat. Mereka silih mencintai. Ishak meratap sepanjang 3 tahun atas kematian ibunya, membuktikan kasih yang mereka rasakan( Gen. 24: 67).

Baca juga : Doa kepada Yohanes Pembaptis

Dengan perginya Ismael, Ishak ialah salah satunya anak dikeluarga serta orangtua disekelilingnya. Ia tidak sempat mau apapun. Abraham sudah jadi amat banyak dikala itu, serta catatan menulis jika ia memberikannya pada Ishak( Gen. 24: 35, 36). Bisa jadi itu membuktikan kasih serta sangat memanjakan dalam ikatan mereka.

Diragukan jika Abraham serta Sarah mengetahui jika mereka dapat pengaruhi individu Ishak serta buatnya mempunyai perkawinan materialis sebab metode mereka membesarkannya. Faktanya, mereka tidak sempat berasumsi mengenai penikahan. Mereka menikmatinya alhasil kurang ingat jika ia membutuhkan seseorang istri bila mereka mau jadi bapa serta bunda dari bangsa besar. Tetapi sehabis Sarah tewas, Abraham mengetahui jika ia wajib berinisiatif serta merancang pendamping untuk buah hatinya. Ini tidaklah metode anak kita memperoleh pendamping mereka, tetapi pada era serta adat era itu, ialah narasi cinta yang bagus.

Untuk Isaac serta Rebekah, itu ialah dini yang bagus. Abraham telah berumur dikala narasi ini diawali. Ia memanggil abdi tertuannya, pengasuh semua rumah tangganya, serta mengatakan,“ anda tidak hendak mengutip buat anakku seseorang isteri dari antara wanita Kanaan yang di antara lain saya bungkam. Namun anda wajib berangkat ke negeriku serta pada ahli saudaraku buat mengutip seseorang isteri untuk Ishak, anakku”( Gen. 24: 3, 4). Orang Kanaan ialah suku bangsa yang kejam, dikutuk oleh Tuhan serta hendak dihancurkan. Tuhan tidak suka Ishak menikahi mereka. Walaupun keluarga Abraham di utara Mesopotamia pula memuja fetis, paling tidak mereka merupakan orang yang beradab serta ketahui mengenai Tuhan serta menghormatiNya. Serta mereka generasi Sem yang diberkati Tuhan.

Inilah salah satunya tempat yang masuk ide buat menciptakan istri untuk Ishak. Walaupun kita tidak memilihkan pendamping untuk mereka, kita wajib membimbing mereka semenjak dini hidup mengenai berartinya menikah dengan orang yakin( cf. 1 Cor. 7: 39; 2 Cor. 6: 14). Itu hendak membantu mereka menciptakan opsi Tuhan bila waktunya telah datang buat membuat ketetapan berarti itu.

Jadi abdi berumur itu mengawali ekspedisi ke Haran, dimana kerabat Abraham senantiasa bermukim sehabis Abraham alih keKanaan 60 tahun kemudian. Abraham memastikan pelayannya kalau malaikat Tuhan hendak berangkat bersamanya. Dengan edukasi ilahi, ia menyudahi didekat sumber dikota Nahor, yang dikenal dengan julukan kerabat Abraham. Serta ia berharap supaya Tuhan bawa wanita yang pas serta setelah itu membagikan air untuk untanya. Itu ialah permohonan yang khusus buat memastikan pendamping untuk Ishak. Serta itu ialah pelajaran untuk kita. Metode terbaik untuk anak kita buat menciptakan pendamping opsi Tuhan merupakan dengan mendoakannya. Mereka dapat mulai dari kecil buat mengharapkan mengenai seorang yang Tuhan persiapkan untuk mereka. Berharap semenjak tahun- tahun itu hendak membantu mereka melindungi benak mereka mengenai satu perihal yang terutama dalam opsi mereka—kehendak Tuhan.

Saat sebelum abdi berkata“ Amen,” Tuhan telah menanggapi perihal itu. Rebekah, ialah cucu kerabat Abraham, pergi dengan buyung dipundaknya. Alkitab mengatakan ia amat menawan, serta seseorang wanita. Dikala ia pergi dari sumber dengan buyung yang terisi air, abdi itu berlari menemuinya, serta mengatakan,“ Bantu kasih saya minum air sedikit dari buyungmu itu.” Jawabnya: Minumlah, tuan, hingga segeralah diturunkannya buyungnya itu ke tangannya, dan diberinya ia minum. Sehabis beliau berakhir berikan hamba itu minum, berkatalah beliau: Oke buat unta- untamu pula kutimba air, hingga seluruhnya puas minum.” Setelah itu segeralah dituangnya air yang di buyungnya itu ke dalam palungan, kemudian berlarilah beliau sekali lagi ke sumber buat menimba air serta ditimbanyalah buat seluruh gamal orang itu.( Gen. 24: 15- 20).

Ia seseorang wanita yang baik—cantik, bergairah, ramah, gampang berteman, tidak individualistis, serta enerjik. Serta dikala abdi itu ketahui kalau ia cucu kerabat Abraham, ia sujut memuja serta menyanjung Tuhan:“ Terpujilah TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang tidak menarik kembali kasih- Nya serta setia- Nya dari tuanku itu; serta TUHAN sudah menuntun saya di jalur ke rumah saudara- saudara tuanku ini!”( Gen. 24: 27).

Jadi nyata kalau dalam cerita ini Tuhanlah yang memastikan pendamping dalam perkawinan. Dikala abdi melaporkan jika terdapatnya ikatan keluarga Rebeka dengan tuannya ialah petunjuk dari Tuhan, kerabat pria serta ayahnya sepakat.“ Seluruhnya ini datangnya dari TUHAN,” tutur mereka( Gen. 24: 50). Apapun permasalahan perkawinan yang dialami, itu dapat dituntaskan bila suami serta istri percaya jika Tuhan sudah memadukan mereka. Kesusahan dapat ditangani dengan itu, serta wajib bila Tuhan yang dipermuliakan. Tetapi jika mereka ketahui perkawinan mereka diluar kemauan Tuhan hingga mereka kurang antusias dalam mengusahakan ikatan mereka lewat antusias dedikasi diri.

Rebekah mengalami ketetapan besar dalam hidupnya—meninggalkan rumah serta keluarga yang bisa jadi tidak dapat ia temui lagi, melaksanakan ekspedisi nyaris 500 mil dengan gamal bersama orang yang asing, serta menikah dengan laki- laki yang belum sempat ia temui. Keluarganya memanggilnya serta mengatakan, Maukah anda berangkat bersama orang ini? Jawabnya: Ingin.( Gen. 24: 58). Itu ialah keyakinannya hendak independensi bimbingan Tuhan alhasil ia menyudahi begitu, serta pula membuktikan kegagahan serta kepercayaannya.

Nyata waktu- waktu dalam ekspedisi dipadati dengan pembicaraan mengenai Ishak. Abdi berumur menggambarkannya dengan jujur serta seluruhnya. Ishak ialah seseorang yang, kecil batin, halus, serta cinta rukun. Ia hendak menempuh metode apapun buat menjauhi bentrokan( cf. Gen. 26: 18- 25). Ia pula seseorang yang pemikir, tetapi pendiam serta hati- hati. Ia bukan orang yang sehebat ayahnya, tetapi seseorang yang bagus, serta loyal beragama dalam Tuhan serta liabel hendak tujuan ilahi. Ia ketahui jika lewat keturunannya Tuhan hendak mendatangkan berkah keseluruh bumi( Gen. 26: 3- 5). Ia berlainan dari Rebeka yang bercahaya, periang Rebekah—jauh berlainan. Tetapi para pakar berkata kalau perihal yang bertentangan silih terpikat. Serta Rebekah dapat merasakan hatinya terpikat pada orang yang lekas ditemui serta dinikahinya.

Ishak lagi dipadang merenung dipadang disiang hari dikala iring- iringan gamal mendekat bawa bagasi bernilai. Rebekah pergi dari gamal dikala ia memandang Ishak, serta menutupi dirinya dengan metode semacam adat disitu. Sehabis ia mengikuti seluruh detil ekspedisi serta edukasi ilahi alhasil menciptakan pendampingnya, kita membaca,“ Kemudian Ishak bawa Ribka ke dalam tenda Sara, ibunya, serta mengutip ia jadi isterinya. Ishak mencintainya serta begitu beliau dihiburkan sehabis ibunya tewas”( Gen. 24: 67). Itu ialah permulaan yang penuh kasih.

Tetapi diperjalanan, perkawinan ini jadi payau. Simaklah, penyusutan mengenaskan dalam ikatan mereka. Kita tidak seluruhnya nyata apa perkaranya. Itu nyata bukan kekurangan kasih, sebab Ishak betul- betul mencintai Rebekah, serta tidak semacam beberapa suami, ia menyatakannya dengan cara terbuka. Dekat 40 tahun sehabis mereka menikah, ia dengan penuh kasih mencumbunya didepan biasa( Gen. 26: 8). Itu membuat kita berasumsi jika mereka mempunyai ikatan raga yang bagus. Serta itu amat berarti dalam perkawinan. Tetapi seseorang suami serta istri tidak dapat menghabiskan seluruh durasi mereka ditempat tidur. Mereka wajib membuat ikatan jiwa serta arwah yang dalam. Mereka wajib dengan jujur memberi apa yang terdapat didalam mereka, apa yang mereka pikir serta rasakan. Serta terdapat banyak fakta jika Ishak serta Rebekah melaksanakan itu.

Satu permasalahan merupakan tidak terdapatnya anak. Ishak bisa jadi marah sebab itu serta tidak mengakuinya. Menemukan anak ialah perihal berarti pada waktu itu dari pada saat ini, serta mereka menjajalnya sepanjang 20 tahun serta tidak sukses. Rasa pahit dapat timbul dalam diri seorang sepanjang itu. Tetapi Ishak kesimpulannya berangkat ketempat yang betul kepada perkaranya.“ Berdoalah Ishak pada TUHAN buat isterinya, karena isterinya itu azospermi; TUHAN meluluskan doanya, alhasil Ribka, isterinya itu, memiliki”( Gen. 25: 21).

Menemukan anak tidak menuntaskan permasalahan. Sebandung yang hendak dilahirkan cuma memperjelas permasalahan yang telah jelas dalam ikatan mereka. Itu kayaknya permasalahan komunikasi. Rebekah dengan kepribadiannya yang bergairah serta suka ucapan. Ishak dengan karakter yang pendiam serta pemalu. Ia amat susah dibawa ucapan. Mereka terus menjadi sedikit memberi sepanjang waktu- waktu itu. Serta rasa pahit Rebekah meningkat sebab minimnya ditemani serta kebersamaan yang dirindukan tiap perempuan. Perkataannya bisa jadi jadi hebat. Mukanya telah terdapat garis benci serta memandang kecil. Serta pemikirannya yang penuh marah terus menjadi membuat Ishak menghindar darinya ke ketersendirian yang disukainya. Ia bisa jadi telah menulikan seluruh yang bersuara suara Rebekah. Para pakar modern berkata jika perihal itu bisa jadi.

Baca juga : 10 Cerita dari Alkitab yang Pendek serta Menarik buat Anak

Dikala Rebekah memiliki, ia menemukan kehamilan yang berat. Ishak sedikit menolongnya, jadi ia berteriak pada Tuhan memohon balasan, serta Tuhan menanggapi:“ 2 bangsa terdapat dalam kandunganmu, serta 2 kaum bangsa hendak berhamburan dari dalam rahimmu; kaum bangsa yang satu hendak lebih kokoh dari yang lain, serta anak yang berumur hendak jadi hamba pada anak yang belia”( Gen. 25: 23). Tidak terdapat petunjuk dalam Alkitab jika ia sempat memberi perihal ini dengan suaminya, kalau Yakub yang belia hendak menyambut berkah selaku yang awal. Artikulasi Rebekah diluar Peristiwa, membuktikan akad itu cuma ia yang ketahui.“ dibilang pada Ribka: Anak yang berumur hendak jadi hamba anak yang belia’”( Rom. 9: 12). Mengapa ia tidak berkata perihal luar lazim dari Tuhan ini? Mengapa amat susah menurutnya berkata apapun ke Ishak?

Konsultan perkawinan berspekulasi dekat separuh dari permasalahan yang mereka tangani merupakan mengenai diamnya suami. Dalam permasalahan khusus, semacam Ishak, ialah amat sulitnya suami buat ucapan. Bisa jadi ia tidak memikirkannya dengan cara mendalam serta tidak memiliki banyak perihal buat dibahas. Bisa jadi ia senantiasa bungkam serta tidak ketahui gimana berbicara. Disisi lain, laki- laki yang lazim berbicara dengan istrinya melalaikan perihal itu sebab ia disibukan dengan perihal lain serta tidak siuman alangkah berartinya obrolan untuk istrinya. Bila istri meringik padanya, ia membuat tembok proteksi ialah bungkam serta menghindar.

Tetapi apapun alibi ia bungkam, Ishak wajib berupaya berbicara. Istrinya memerlukan komunikasi serta ditemani. Tuhan menciptakannya semacam itu. Serta Tuhan dapat membantu seseorang suami bertumbuh dalam perihal ini bila ia ingin jadi pemirsa yang bagus. Istrinya memerlukan ia buat mencermati dengan sangat, tidak satu kuping ditelevisi serta satu lagi keistri, tetapi keduanya membidik mencermati istrinya. Ini bisa jadi yang sesungguhnya dimohon istri. Para laki- laki, biasakanlah mengikuti!

Terdapat sebagian permasalahan dimana perkaranya menjempalit. Suami senang ucapan serta istri susah berbicara. Apapun suasana dalam rumah tangga kamu, kamu dapat memudahkan pendamping kamu ucapan dengan mengenang sebagian prinsip simpel. Satu, janganlah menekan; biarlah pendamping kamu memilah durasi terbaik buat ucapan dengan leluasa. Dapat ia tanpa memidana dikala ia melaporkan perasaan serta frustrasinya. Dikala kamu tidak sepakat, jalani dengan bagus serta segan, janganlah dengan agresif serta memeriksa. Coba paham orang lain dari cuma mau dipahami. Janganlah langsung merumuskan, tetapi dengan adem mendengarkannya. Serta, janganlah mengomel! Mengomel ialah salah satu penghancur komunikasi no satu.

Faktanya, tidak terdapat yang berkata Ishak serta Ribka mengenai perihal ini. Ikatan mereka bersinambung dari kurang baik ke kurang baik. Dikala sebandung dilahirkan, karakter mereka amat berlainan. Alkitab mengatakan,“ Kemudian meningkat besarlah kedua anak itu: Esau jadi seseorang yang cerdas mencari, seseorang yang senang bermukim di padang, namun Yakub merupakan seseorang yang hening, yang senang bermukim di tenda.”( Gen. 25: 27). Semacam yang kerap terjalin dikala suami serta istri mempunyai ikatan yang kurang baik, Ishak serta Ribka menghasilkan anak selaku pengganti ikatan buat memuat kehampaan jiwa mereka.“ Ishak cinta pada Esau, karena beliau senang makan daging mangsa, namun Ribka kasih pada Yakub”( Gen. 25: 28).

Ishak memandang Esau selaku orang yang lazim diluar dimana ia tidak semacam itu, serta ia berlatih menggemari aktivitas Esau semacam ia menggemari masakannya. Ribkah, kebalikannya senang Yakub. Ia bermukim dirumah. Ia bisa jadi ucapan dengan ibunya, serta membantu aktivitas tiap hari ibunya. Serta ibunya menciptakan rasa ditemani yang tidak sempat dinikmati dengan suaminya. Itu sesuatu pengaturan yang memasygulkan, serta mendatangkan dampak sungguh- sungguh yang tidak langsung dalam hidup kanak- kanak.

Psikolog saat ini ini mengingatkan kita 2 permasalahan yang serupa dengan keluarga era kemudian. Mereka mengatakan kalau bunda yang dominant serta papa yang adem ayem mempunyai kecondongan menciptakan anak yang bermasalah, serta favoritism dalam keluarga mengarah membagikan akibat sungguh- sungguh pada anak. Walaupun seseorang anak dimanja oleh satu pihak orangtua, ia dikritik serta ditolak oleh pihak lain. Perihal itu tidak bagus, serta membuat harga diri yang kecil serta perasaan antagonisme yang membuntukan serta membebaninya dengan rasa bersalah. Ia berkembang dengan rasa tidak segan pada orangtua yang memanjakan ia serta membeci orangtua yang menyangkal ia. Kesimpulannya ia menyangkal keduanya serta mulai mengutip apa yang ia mau dari kehidupan tanpa hirau siapa yang disakiti sepanjang cara itu.

Seperti itu yang terjalin dalam keluarga Ishak serta Rebekah. Yakub membuktikan tindakan memprioritaskan diri dengan mencuri hak kesulungan saudaranya( Gen. 25: 29- 34). Esau membuktikan perasaan muak kepada ibu dan bapaknya dengan menikahi 2 perempuan yang tidak digemari ibu dan bapaknya( Gen. 26: 34, 35). Serta Ishak yang cinta rukun membiarkan itu terjalin.

Penyusutan mengenaskan dari ikatan ini kesimpulannya, selesai silih mencederai.“” Silih mencederai” ialah tutur terbaik buat melukiskan insiden dalam Genesis 27. Rebekah, menguping dialog, mengikuti percakapan Ishak pada Esau buat membuatkannya santapan dari hasil mangsa alhasil ia dapat menemukan daya memberkatinya saat sebelum mati. Sesungguhnya Ishak hidup lama sehabis itu, tetapi ia jadi menarik diri, serta mengidap hypochondria.

Berarti buat dipahami kalau ia senantiasa tidak ketahui jika Yakub yang sepatutnya menyambut berkah hak kesulungan serta jadi atasan rohani keluarga. Alkitab mengatakan,“ Sebab kepercayaan hingga Ishak, sembari memandang jauh ke depan, membagikan berkatnya pada Yakub serta Esau.”( Heb. 11: 20). Isaac pikir ia merahmati Esau bukan Yakub. Arwah Tuhan tidak hendak mengatakan“ sebab kepercayaan” bila Ishak membagikan berkah dengan siuman hendak ketidaktaatannya mengenali kemauan Allah. Ishak senantiasa tidak ketahui!

Ini ialah durasi yang bagus untuk Ribkah berharap memohon hikmat Tuhan, serta berangkat kedalam dan ucapan dengan Ishak akad Tuhan yang terbuat kepadanya saat sebelum sebandung ini lahir. Bila terdapat durasi yang pas, hingga saat ini waktunya. Bila ia memberitahu Ishak dengan bagus atas dasar Sabda Tuhan padanya, Ribkah tentu telah mengamankan berkah Tuhan menurutnya. Tetapi dari berharap serta ucapan, ia memilah pengkhianatan serta pembohongan.

Melindungi pandangan serta perasaan yang betul ialah wujud pembohongan, serta pembohongan jadi jalur hidup Ribkah serta Ishak. Saat ini waktunya meledak. Berarti untuk kita mencermati perihal ini, sebab perihal ini dapat terjalin bila minimnya komunikasi terjalin.

Konsep kejam Ribkah merupakan menjiplak Esau alhasil Ishak yang telah tunanetra sebab berumur dapat dibohongi serta merahmati Yakub. Yakub tidak senang konsep ini sebab Esau berbulu serta ia tidak. Alhasil dikala bapaknya meletakan tangan serta merasakan itu tidak berbulu, penipuannya hendak bocor, serta bawa laknat dari berkah. Tetapi Ribkah menanggung laknat itu atas dirinya serta mendesak Ishak buat meneruskannya. Ia terdengar mempertaruhkan diri, tetapi itu sesuatu kesalahan serta menjijikan.

Keyakinan itu berarti disetiap ikatan yang bagus, serta keyakinan tidak dapat bertumbuh dalam keluarga yang tidak jujur serta pembohong semacam keluarga ini. Para suami serta istri yang dengan arti merahasiakan suatu dari yang lain, yang merahasiakan bukti dari pendampingnya, ataupun perihal yang lain, tidak sempat dapat menikmati kepenuhan kasih Tuhan dalam ikatan mereka. Kasih cuma dapat berkembang dalam area yang jujur. Petrus menasihati kita buat membuang pembohongan serta kemunafikan( 1 Pet. 2: 1). Paulus memerintahkan kita buat ucapan betul dalam kasih( Eph. 4: 15).

Ribkah serta Yakub telah kurang ingat apa itu bukti. Dengan bantuan kulit kambing, kedua pembohong ini melaksanakan konsep mereka. Ishak bergetar dikala ia menciptakan jika ia telah jadi korban pembohongan istri serta buah hatinya, tetapi berkatnya tidak dapat ditarik kembali. Ia sudah merahmati Yakub,“ serta ia hendak senantiasa orang yang diberkati” tegasnya( Gen. 27. 33). Ishak siuman jika Tuhan dapat menghapuskan kemauan aslinya walaupun itu dicoba dengan tidakan tipu. Ambisinya menyambut perihal itu dari Tuhan ialah statment kepercayaan atas independensi Tuhan yang menata keadaannya alhasil bawa ia ditulis dalam catatan orang beragama( Heb. 11: 20).

Esau tidak memiliki kepercayaan sebesar itu. Ia berjanji mau menewaskan adiknya. Tetapi semacam yang kita memprediksi, Ribka memiliki ilham brilian. Dikala ia mengikuti itu, ia memanggil Yakub serta mengatakan,“ Esau, kakakmu, berarti membalas marah menewaskan anda. Jadi saat ini, anakku, dengarkanlah perkataanku, bersiaplah anda serta larilah pada Laban, saudaraku, ke Haran, serta tinggallah padanya sebagian durasi lamanya, hingga kegeraman serta amarah kakakmu itu mundur dari padamu, serta beliau kurang ingat apa yang sudah anda perbuat kepadanya; setelah itu saya hendak memerintahkan orang menjemput anda dari sana. Kenapa saya hendak kehabisan kalian berdua pada satu hari pula?”( Gen. 27: 42- 45).

Ribka tidak mengajak Ishak buat bersama- sama membenarkan konsep itu tetapi kembali menipunya. Itu sesuatu aksi yang pakar. Kamu dapat merasakan drama menarik dikala Ribka mengatakan,“ Saya sudah jemu hidup sebab perempuan- perempuan Het itu; jika Yakub pula mengutip seseorang isteri dari antara wanita negara ini, sejenis wanita Het itu, apa manfaatnya saya hidup lagi?”( Gen. 27: 46). Jadi Ishak dengan taat memanggil Yakub serta menyuruhnya keHaran buat mencari istri. Satu pembohongan bawa kepenipuan lain, hingga hidup pembohong itu jadi jaring keputusasaan.

Belas Ribkah. Ia pikir telah melaksanakan perihal yang bagus, tetapi Tuhan tidak sempat memohon kita melakukan kesalahan buat menggapai kehendakNya. Lewat penipuannya, Ribkah lebih menjauhkan suaminya; ia melabrak serta seluruhnya menjauhkan hubungannya dengan buah hatinya yang awal; serta meski ia pikir buah hatinya terkasih Yakub cuma hendak berangkat sebagian hari, tetapi ia tidak sempat melihatnya lagi, dikala Yakub kembali 20 tahun setelah itu, Ishak senantiasa hidup, tetapi Ribkah telah dibaringkan disamping Abraham serta Sarah digua Makpelah.

Sebagian detil bisa jadi beraneka ragam, tetapi pola biasa telah kesekian terjalin didalam keluarga semenjak itu. Bisa jadi perihal itu terjalin kembali dalam keluarga kamu. Komunikasi sesuatu perihal berarti. Kamu hidup diatap yang serupa, tetapi kamu hidup dalam bumi kamu sendiri. Tidak berarti siapa yang lebih salah, suami ataupun istri. Menyudahi silih menghindari; berputar serta mengatakan,“ saya memerlukan kalian. Saya memerlukan berdialog dengan kalian. Saya butuh mengenali pikiranmu serta perasaanmu. Bantu memberi dengan aku. Saya membutuhkan pemirsa serta penafsiran.” Setelah itu mulai membahasnya dengan terbuka serta jujur. Capai kedalam diri kamu serta sebarkan apa yang menyakitkan kamu, kekhawatiran, pergumulan frustrasi, keinginan kamu, pula tujuan serta pandangan kamu. Setelah itu silih mengikuti dengan adem, penafsiran, serta silih mengampuni, serta silih memantapkan dalam kasih. Bahagia terkini hendak terbuka untuk kamu dikala kamu berkembang bersama.