Mengetahui Perbedaan Antara Katolik serta Protestan

Share this:

Mengetahui Perbedaan Antara Katolik serta Protestan – Protestan serta Katolik merupakan 2 agama yang memuja Tuhan yang serupa, tetapi dengan prinsip kepercayaan yang berlainan. Pada awal mulanya, Katolik serta Protestan merupakan satu agama, ialah agama Katolik.

Mengetahui Perbedaan Antara Katolik serta Protestan

Mengetahui Perbedaan Antara Katolik serta Protestan

globalpulsemagazine – Tetapi, disebabkan terdapatnya perbandingan opini dari salah satu jago agama, hingga agama Katolik juga terbagi jadi 2 bagian, Katolik serta Protestan. Sebab Katolik serta Protestan ini berawal dari agama yang serupa, hingga tidak bingung bila terdapat pertemuan dalam menempuh kegiatan keimanan mereka.

Baca juga : Apakah terdapat Demokrasi dalam Gereja Katolik

Asal usul Singkat

Seluruhnya berasal kala Pembaruan terjalin, persisnya di Jerman, 500 tahun yang kemudian, kala Martin Luther( 1483- 1546) berupaya mereformasi Gereja Katolik. Martin Luther menyangka kalau kebijaksanaan serta ketentuan gereja telah tidak lurus serta menyimpang. Usahanya inilah yang menimbulkan keretakan di dalam gereja.

Pada 31 Oktober 1517, Martin Luther menerbitkan 9 puluh 5 tesisnya, yang menguraikan bermacam aplikasi penyalahgunaan gereja, yang dikira selaku dini mula pemicu keretakan ini di Jerman, serta pendirian Gereja Injili.

Perbandingan Katolik serta Protestan

Alkitab

Perbandingan Katolik serta Protestan yang awal ialah terdapat pada uraian Alkitab. Katolik serta Protestan mempunyai pemikiran berlainan mengenai arti serta daulat Alkitab.

Buat orang Katolik Protestan, Luther menarangkan kalau Alkitab merupakan” Sola Skriptura”, salah satunya novel Tuhan, di mana Ia membagikan wahyu- Nya pada banyak orang serta yang membolehkan mereka buat masuk dalam perhimpunan dengan- Nya.

Sebaliknya pemeluk Katolik, kebalikannya, tidak melandaskan keyakinan mereka pada Alkitab saja. Bersama dengan Buku Bersih, mereka pula terikat oleh adat- istiadat Gereja Katolik Bulu halus.

Menguasai Perbandingan Katolik serta Protestan, Janganlah Hingga Salah

Perbandingan Katolik serta Protestan yang kedua ialah terdapat pada gereja. Pemeluk Katolik serta Protestan mempunyai pemikiran berlainan mengenai dasar gereja. Tutur” Katolik” berarti” merangkul seluruh,” serta Gereja Katolik memandang dirinya selaku salah satunya gereja asli di semua bumi, di dasar kepemimpinan paus.

Kebalikannya, Gereja Protestan yang timbul dari Pembaruan, diucap pula” Injili”, yang berarti” bagi Injil”, tidak ialah satu Gereja yang bersuatu. Terdapat sebagian puluh ribu denominasi berlainan di semua bumi. Dengan cara sah, seluruh dari banyak gereja ini dikira sebanding.

Perbandingan Katolik serta Protestan yang ketiga nampak pada pengakuan kepada paus. Protestan serupa sekali tidak terbuka buat keistimewaan kepausan. Bagi pemikiran Injili, ajaran ini berlawanan dengan statment di dalam Alkitab.

Sebaliknya pemeluk Katolik memandang paus selaku penerus Rasul Petrus, kepala awal Gereja mereka, yang dinaikan oleh Yesus. Kantor kepausan dibenarkan oleh kaitan konsekrasi yang diprediksi tidak terpenggal, mulai dari era awal sampai saat ini.

Ibadat, ataupun Hajatan Tuhan

Perbandingan Katolik serta Protestan yang keempat ialah pemikiran kepada Ibadat. Pemikiran Katolik mengenai kedudukan kebatinan terlihat dalam Ibadat, ataupun Komuni Bersih, suatu ritus memeringati Hajatan Terakhir Yesus dengan murid- muridnya saat sebelum penyalibannya. Sehabis ditahbiskan oleh seseorang pemimpin dalam julukan Yesus, roti serta anggur jadi badan serta darah Kristus. Non- Katolik tidak bisa ikut serta dalam Komuni.

Di Gereja Protestan, tiap orang yang dibaptis diundang buat memberi serta diizinkan buat mengetuai Hajatan Tuhan. Pendekatan ini tidak diperoleh oleh pemeluk Katolik.

Tidak hanya itu, Ibadat mempunyai maksud berlainan untuk pemeluk Katolik serta Protestan. Roti, yang diketahui selaku Hosti, ialah konkretisasi Yesus serta karenanya bisa didoakan. Untuk Protestan, ritual itu cuma buat memeringati kematian serta kebangkitan Yesus.

Sakramen

Perbandingan Katolik serta Protestan yang kelima ialah pada jumlah kebaktian. Di Gereja Katolik Bulu halus, terdapat 7 ritus intens, yang diucap kebaktian: baptisan, peneguhan, Ibadat, pernikahan, pelunasan kesalahan, tahbisan bersih serta minyak penyucian yang berlebihan. Gereja yakin sakramen- sakramen ini dilembagakan oleh Yesus serta kalau mereka menganugerahkan belas kasihan Tuhan.

Sebaliknya untuk Protestan, mayoritas gereja Protestan cuma mengaplikasikan 2 dari kebaktian ini: baptisan serta Ibadat( diucap Hajatan Tuhan). Keduanya dikira selaku ritual simbolik lewat mana Tuhan mengantarkan Injil. Mereka diperoleh lewat kepercayaan.

Ajaran Maria serta Deifikasi Orang Suci

Perbandingan Katolik serta Protestan yang berikutnya terdapat pada pemikiran mereka kepada Maria serta banyak orang bersih. Gereja Katolik Bulu halus meluhurkan Maria, bunda Yesus, selaku” Istri raja Kayangan”. Tetapi, terdapat sedikit rujukan alkitabiah buat mensupport ajaran Katolik Maria, yang melingkupi Dikandung Tanpa Bercak, keperawanannya yang kekal serta Pengangkatannya ke kayangan. Inilah kenapa pandangan ini ditolak oleh Protestan.

Gereja Katolik pula mengaplikasikan penyembahan banyak orang bersih. Model- model kepercayaan yang mati, yang diakui selaku” santo” oleh gereja lewat kanonisasi, bisa didoakan buat menolong dalam menjaga kepercayaan pada Tuhan. Terdapat lebih dari 4. 000 orang bersih. Jenazah mereka dikira selaku aset bersih yang dihormati.

Penyembahan ini pula dengan cara definit oleh Gereja Protestan selaku anutan yang tidak alkitabiah. Bagi pemikiran Pembaruan, tiap orang bisa serta wajib berharap dengan cara langsung pada Tuhan.

Pembujangan

Perbandingan Katolik serta Protestan yang terakhir ialah terdapat pada pemikiran kepada pembujangan ataupun selibat. Seluruh agama penting bumi menggabungkan sebagian perihal dalam rancangan selibat, ikrar buat tidak menikah serta melaksanakan ikatan intim. Tidak lain gereja Katolik serta Protestan. Di Gereja Katolik, selibat merupakan harus untuk para pemimpin. Itu diamati selaku ikon suksesi yang tidak dibagi dari Kristus.

Gereja Protestan menyangkal peranan untuk para pemimpin ini. Martin Luther telah menuntut penghapusannya semenjak tahun 1520. Ia membagikan partisipasi individu yang memastikan buat tujuan ini pada tahun 1525: Mantan biksu itu menikah dengan mantan suster Katharina von Bora.

Awal mulanya tidak percaya apakah ia wajib menikah, Luther kesimpulannya menyudahi kalau” pernikahannya hendak mengasyikkan bapaknya, membuat Paus marah, menimbulkan malaikat tersimpul, serta setan meratap.”