Share this:

Mengetahui Lebih Dalam Fungsi Dan Sejarah Lonceng Gereja Katolik – Lonceng merupakan salah satu benda wajib yang harus ada dalam bangungan gereja, dimana lonceng ini memiliki banyak sekali makna dan sejarah yang menarik untuk dibahas. Lonceng yang biasa dibunyikan di Gereja katolik, biasanya bertujuan untuk menandai waktu untuk jemaat pergi ke Gereja, mungkin untuk menghadiri pernikahan, pemakaman ataupun layanan lainnya. Lonceng biasanya dibunyikan untuk melakukan perayaan atau memperingati hal tertentu, seperti sebuah pernikahan atau untuk bersyukur dan kadang dibunyikan lonceng tunggal setelah pemakaman sebagai penutupan peti sebelum dikebumikan. Sebelum adanya alat komunikasi modern, Lonceng Gereja juga digunakan untuk memanggil masyarakat bersama untuk tujuan sekuler.

1. Jenis-jenis bunyi lonceng untuk umat katolik

– Ajakan berdoa
Dalam ajaran katolik, membunyikan Lonceng Gereja dari Menara Lonceng tiga kali sehari pada jam 06:00, 12:00 dan 18:00 bertujuan untuk memanggil umat untuk membaca Doa. Doa tersebut dipanjatkan guna untuk menghormati inkarnasi allah dan agar selalu dilindunginya umat tersebut oleh tuhan yesus.

– Lonceng sanctus
Dalam Gereja katolik Roma Lonceng Tangan atau set Lonceng kecil, dibunyikan ketika sebelum Konsekrasi roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Istilah “Lonceng Sanctus” ini berarti Lonceng Gantung, yang mana lonceng ini akan dibunyikan pada nyanyian Sanctus dan sekali lagi pada elevasi atau Liturgi.

Saat ini beberapa Lonceng Gereja diatur secara modern dengan memanfaatkan elektronik, sehingga bunyi lonceng bisa berpadu secara otomatis. Umumnya yang digunakan untuk mempaduan lonceng adalah jam, apabila jam menunjukkan waktu yang diset oleh lonceng maka lonceng akan otomatis berbunyi.namun berbeda dengan Inggris, dimana lonceng yang digunakan untuk layanan dll masih selalu dibunyikan oleh tenaga manusia. Namun dengan perkembangan teknologi, saat ini ada beberapa gereja yang menggunakan rekaman atau Lonceng digital disintesis untuk membunyikannya.

2. Sejarah lonceng
Dalam AD 400 disebutkan bahwa, paulinus memperkenalkan Lonceng gereja ke dalam umat Kristen. Dan pada saat itu Paus Sabinianus mengeluarkan Hukum Resmi penggunaan lonceng tersebut. Sejak awal Abad Pertengahan, Lonceng Gereja seudah menjadi umum di Eropa. Tepatnya pendaratan pertama ini di Eropa Utara, mencerminkan pengaruh Celtic dan utamanya misionaris Irlandia. Sebelum pemanfaatan Lonceng Gereja, biara-biara Yunani biasanya akan membunyikan pelat yang terbuat dari logam datar untuk mealkukan panggilan dan masih banyak lagi. Tanda-tanda dan campanae digunakan untuk memberikan pengumuman layanan kepada publik. Lonceng tertua di Britania Raya ini bertempat di Gereja St Lawrence, Ipswich.

Dalam Perang Dunia II di Inggris lalu, semua Lonceng Gereja dibungkam dan hanya berbunyi untuk menginformasikan bila terjadi invasi oleh pasukan musuh.

Itulah beberapa penjelasan mengenai lonceng yang terdapat pada gereja katolik, semoga artikel diatas bisa membantu anda mengetahui manfaat pasti dari lonceng yang selalu ada dalam gereja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!