Agama Katolik memang memiliki cukup banyak hari besar dalam acara keagamaannya. Yang sering terdengar di telinga atau tak asing lagi seperti Rabu Abu, Jumat Agung, Kamis Putih, Paskah dan lain sebagainya. Larantuka memang terkenal dengan ritual keagamaan yang sedikit berbeda dengan umat Katolik biasanya. Acara ritual keagamaan di Larantuka juga diwarnai oleh tradisi turun temurun atau kepercayaan dari nenek moyang di daerah tersebut. Tradisi Katolik yang berkembang di Larantuka dipengaruhi oleh bangsa Portugis maupun bangsa Belanda yang menjajah kepulauan Malaka saat itu.

Maka dari itu da beberapa ritual yang menarik yang perlu disomak di Larantuka. Beberapa Ritual ini sudah menjadi daya tarik wisatawan yang kebanyakan merupakan anggota dan sudah menjadi wisata religi saat ini. Data wisatawan setiap tahunnya semakin meningkat, apalagi di bulan April saat acara Paskah di Larantuka. Saat hari Paskah tiba, di Larantuka terdapat prosesi ritual keagamaan umat Katolik yang menarik. Terutama yang terkenal bernama ritual Samana Santa. Di artikel ini akan membahas secara rinci acara ritual Samana Santa yang terjadi di Larantuka. Ritual ini adalah acara puncak dari serangkaian acara Paskah yang dilakukan.

Warga Larantuka sibuk mempersiapkan Armida alias stasi dalam jalan salib. Juga pagar bambu atau turo di sisi kiri dan kanan jalan raya tempat prosesi berlangsung. Di atas turo itu dipasang lilin yang akan menyala sepanjang malam. Semana Santa merupakan devosi untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus, dan punya akar tradisi Portugis yang sangat kuat. Sekitar pukul 13.00 umat sudah memadati pantai Kelurahan Pohon Sirih.

Menunggu kedatangan iring-iringan kapal yang membawa salib dari Kapela Tuan Menino (Yesus Kanak-kanak). Tuan Menino disemayamkan di Kapel Kota Rowindo, pinggir Larantuka. Salib Tuan Menino diarak melalui Selat Gonsalus antara Pulau Flores dan Pulau Adonara dengan menggunakan perahu bercadik. Kapal-kapal lainnya mengiringi dari belakang. Setelah kotak berisi Salib Tuan Menino diturunkan dari perahu, prosesi mulai berjalan menuju Armida Balela di Jalan San Dominggo. Barisan diawali dengan para Confreria berjubah putih dengan kalung bergambar Santo Dominikus. Petugas berpakaian hitam mengikuti. Tuan Menino dibawa dengan cara dijunjung di kepala disertai payung. Salib itu kemudian ditempatkan di Armida Balela. Pukul 15.00, seperti ditulis Alkitab, Yesus wafat.

Umat memperingati peristiwa ini dengan mengarak patung Tuan Ana dan Tuan Ma ke Gereja Katedral di Postoh, tak jauh dari kantor Bupati Flores Timur. Petugas tampil dengan Genda Do (genderang khas), disusul Confreria yang membawa panji-panji, lalu salib dan lilin besar. Anak-anak pakai jubah hitam. Mereka membawa palu dan paku besar, 30 keping uang perak, mahkota duri, tongkat, bunga karang, lembing, dadu. Ini semua simbol penghinaan terhadap Yesus. Arak-arakan ini diikuti oleh petugas liturgi serta Promesa – peziarah dengan nazar khusus. Promesa adalah jemaat yang punya niat khusus membantu jalannya prosesi Semana Santa agar tercapai intensinya. Mereka diseleksi ketat dan biasanya tidak boleh bermain di http://bengkelbola.org untuk mendapatkan uang saku.

Usungan Tuan Ana (patung Yesus) dan Tuan Ma (Patung Bunda Maria) diangkat oleh Lakademu, petugas berkostum ala Portugis, ke dalam Katedral. Setelah itu upacara Jumat Agung berjalan seperti biasa, sekitar pukul 15.00. Setelah itu, diadakan doa di makam Kelurahan Postoh yang berada tak jauh dari Katedral Larantuka di Postoh. Jemaat berdoa dan memasang lilin di pusara keluarganya.

Sedangkan para peziarah melakukannya di depan TUGU di tengah makam. Ritual ini sebagai simbol Yesus Kristus Sang Terang bangkit bersama orang-orang beriman yang telah meninggal dunia. Prosesi utama Semana Santa dimulai dari Katedral, keliling kota Larantuka, lalu kembali lagi di Katedral. Prosesi inilah yang selalu ditunggu-tunggu oleh ribuan umat dan peziarah dari berbagai daerah. Panjang rute mencapai lima kilometer. Ribuan umat mengikuti prosesi sambil memegang lilin bernyala. Sementara itu, kota Larantuka menjadi lautan cahaya lilin yang memancar di sepanjang rute prosesi. Acara ini dipenuhi doa yang sakral oleh para umat Katolik.

Leave a Reply