Biarawati Gereja

Agama Katolik adalah salah satu dari 6 agama yang sah dan diakui di Indonesia. Agama ini memiliki banyak nilai positif mengenai kasih dan kerukunan yang dapat turut serta menjaga kehidupan beragama di bangsa Indonesia. Dalam agama Katolik sendiri ada begitu banyak hal yang dapat kita ketahui dan pelajari untuk menambah wawasan kita. Agama Katolik sama seperti agama yang lainnya, memiliki ciri khas dan nilai positifnya masing-masing yang sama sama mengajarkan mengenai sikap saling toleransi, sikap saling menghargai, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama serta bernegara. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk membenci dan memerangi sesama.

Hal inilah yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki semboyan yang sangat terkenal yaitu Bhineka Tunggal Ika. Semboyan ini memiliki arti dan makna yaitu berbeda-beda tapi tetap satu jua. Sikap toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati salah satunya adalah dengan menambah wawasan mengenai nilai positif dan ciri khas yang ada dari sebuah agama dan menghargainya.

Salah satu hal yang sangat menarik yang akan kita pelajari dari agama Katolik adalah kehidupan biarawati yang ada dalam agama atau Greja Katolik. Biarawati adalah wanita yang mengkhususkan hidupnya untuk mengabdi dalam kehidupan agama di sebuah biara atau tempat ibadah. Wanita ini harus meninggalkan kehidupan duniawi, semua kesenangan duniawi, dan segala hal lainnya yang memuaskan keinginan manusia. Mereka harus mengambil keputusan untuk benar-benar mengkhususkan diri dan sangat fokus akan hidupnya untuk mengabdi dan melayani untuk agama dan biara atau suatu tempat ibadah dalam agama Katolik. Keputusan ini memang tidak mudah tapi mereka menyukai dan menerima resiko apapun untuk menjadi seorang biarawati.

Biarawati di Indonesia biasanya memiliki panggilan suster atau dalam bahasa Belanda di panggil sebagai Zuster yang artinya saudara perempuan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk bekerja di berbagai bidang seperti bidang pendidikan, pelayanan sosial atau kesehatan dan lain sebagainya. Para biarawati ini memiliki syarat khusus yang sama seperti Pastor atau Romo dalam agama Katolik yaitu tidak menikah. Hal tersebut dikarenakan mereka telah mengucapkan sebuah janji yang dinamakan sebagai kaul. Ada beberapa Kaul yang harus dideklarasikan yaitu kaul kemurnian, kaul ketaatan, dan kaul kemiskinan dalam suatu komunitas religius.

Leave a Reply