Memahami Lebih Dekat Gereja Agama Katolik Roma

Share this:

Memahami Lebih Dekat Gereja Agama Katolik Roma –  Gereja Agama Katolik, yang dengan cara besar kerap pula diucap Gereja Agama Katolik Bulu halus, merupakan Gereja Agama Katolik terbanyak di bumi, serta diperkirakan mempunyai 1, 8 miliyar jemaat, ialah lebih dari separuh semua pemeluk Kekristenan[note 2] serta seperempat dari populasi bumi. Gereja Agama Katolik merupakan suatu komuni( perhimpunan) dari Gereja Agama Katolik Ritus Barat( Gereja Agama Katolik Bulu halus) serta 23 Gereja Agama Katolik Timur, yang membuat 2. 795 keuskupan pada 2008. Ke- 24 Gereja- Gereja ini diucap selaku gereja- gereja partikular). Gereja Partikular dengan jumlah pemeluk terbanyak dalam Gereja Agama Katolik merupakan Gereja Agama Katolik Ritus Barat atau Ritus Latin atau Gereja Agama Katolik Bulu halus. Gereja Partikular dengan jumlah pemeluk ke- 2 terbanyak dalam Gereja Agama Katolik merupakan Gereja Katolik- Yunani Ukraina.

Memahami Lebih Dekat Gereja Agama Katolik Roma

Memahami Lebih Dekat Gereja Agama Katolik Roma
id.wikipedia.org

globalpulsemagazine – Daulat duniawi paling tinggi Gereja ini dalam masalah kepercayaan, akhlak serta pemerintahannya merupakan Sri Paus, dikala ini Paus Fransiskus, yang menggenggam daulat paling tinggi bersama- sama Badan Uskup, yang diketuainya. Komunitas Agama Katolik terdiri atas seseorang pelayan- umat tertahbis( rohaniwan) serta pemeluk biasa; bagus rohaniwan ataupun pemeluk biasa bisa pula jadi badan dari komunitas religius.

Baca juga : Daftar Majalah Katolik Beserta Ulasan Isinya

Di Gereja ini mendeskripsikan kalau misinya merupakan melaporkan Kitab Injil Yesus Kristus, Yang membagikan jasa sakramen- sakramen serta melaksanakan buatan kebaikan.[20] Gereja ini melaksanakan program- program serta lembaga sosial di semua bumi, tercantum pula sekolah, universitas,rumah sakit, misi- misi serta perumahan, dan organisasi- organisasi semacam Catholic Relief Services, Caritas Internationalis serta Catholic Charities yang menolong kalangan papa, keluarga- keluarga, banyak orang berumur, serta banyak orang sakit.

Lewat suksesi apostolik, Gereja ini yakin kalau dirinya ialah perkembangan dari komunitas Kristiani yang dibuat oleh Yesus dengan mentahbiskan Santo Petrus, suatu pemikiran yang pula dianut oleh banyak ahli sejarah. Gereja ini memutuskan doktrin- doktrinnya lewat bermacam konsili ekumenis, meneladani para rasul awal dalam Konsili Yerusalem. Atas dasar janji- janji Yesus pada rasul- rasulNya yang tercetak dalam Injil, Gereja ini yakin kalau ia dituntun oleh Arwah Bersih serta oleh sebab itu aman dari terbentuknya kekeliruan ajaran.

Keyakinan- keyakinan Agama Katolik didasarkan atas endapan kepercayaan( melingkupi bagus Buku Bersih ataupun Adat- istiadat Bersih) yang diwarisi dari era Rasul- Rasul, serta yang diinterpretasi oleh Daulat Pengajaran Gereja. Keyakinan- keyakinan itu terangkum dalam Kepercayaan Nicea, serta dengan cara sah dirinci dalam Katekismus Gereja Agama Katolik. Ritual Agama Katolik yang resmi, yang diucap ibadat, diatur oleh daulat Gereja. Ibadat, salah satu dari 7 kebaktian Gereja serta bagian berarti dari tiap Ekaristi Agama Katolik ataupun Ibadat Bersih Agama Katolik Timur, merupakan pusat dari ritual Agama Katolik.

Dengan asal usul yang menghampar sejauh 2 ribu tahun, Gereja ini merupakan salah satu badan tertua di bumi serta sudah berfungsi berarti dalam asal usul peradaban Barat sedikitnya semenjak era ke- 4. Pada era ke- 11, suatu keretakan besar, yang terkadang diucap Skisma Akbar, terjalin antara Kristianitas Timur serta Barat yang paling utama disebabkan oleh ketidaksepahaman hal primasi kepausan. Gereja- Gereja Timur yang senantiasa ataupun yang nanti kembali menjalakan perhimpunan dengan Uskup Bulu halus, Sri Paus, membuat Gereja- Gereja Agama Katolik Timur, serta Gereja- Gereja yang senantiasa terletak di luar daulat kepausan umumnya diketahui selaku Gereja- Gereja Kolot Timur. Pada era ke- 16, pula selaku asumsi atas bangkitnya Pembaruan Protestan di Eropa Barat, Gereja ini menyelenggarakan cara pembaruan serta penyempuraan dalam, yang diketahui selaku Kontra- Reformasi.

Walaupun Gereja ini melaporkan kalau dialah” Gereja yang satu, bersih, Agama Katolik, serta apostolik,” dibuat oleh Yesus Kristus, tempat orang bisa menciptakan kepenuhan alat keamanan, Gereja ini juga membenarkan kalau Arwah Bersih bisa memakai komunitas- komunitas Kristiani yang lain buat bawa orang mengarah keamanan. Gereja ini yakin kalau ia dipanggil oleh Arwah Bersih buat memperjuangkan kesatuan dampingi seberinda pemeluk Kristiani, suatu aksi yang diketahui selaku ekumenisme. Tantangan- tantangan modern yang dialami Gereja ini melingkupi bangkitnya sekularisme serta antipati kepada perilakunya hal pengguguran, euthanasia, kontrasepsi, serta etiket intim.

Baca juga: Alkitab Tentang Kristus Pergi ke Neraka

Terminologi Gereja Agama Katolik Roma

Sejauh sejarahnya, Gereja yang dipaparkan dalam postingan ini memakai banyak julukan, antara lain” Gereja”,” Gereja Agama Katolik”, serta” Gereja Agama Katolik Bulu halus”. Julukan” Gereja Agama Katolik” dipakai buat membedakannya dengan Gereja- Gereja lain yang tidak terletak dalam perhimpunan penuh( komuni penuh) dengan Uskup Bulu halus, ialah Kolot Timur, Kolot Oriental, Anglikan, serta bermacam denominasi Protestan.

Julukan” Gereja Agama Katolik Bulu halus” awal kali dipakai oleh kalangan Protestan buat mengatakan semua Gereja yang loyal pada Uskup Bulu halus. Tetapi julukan ini pula dipakai oleh pemeluk Agama Katolik sendiri semenjak era ke- 17, bagus dalam bahasa Inggris, bahasa Prancis, ataupun bahasa Latin, buat memberitahukan kepercayaan mereka paling utama dalam perihal perhimpunan mereka dengan tahta keuskupan Bulu halus. Di area Timur Tengah, gelar Gereja Agama Katolik bisa berarti Gereja Katolik- Yunani Melkit, ataupun Gereja Agama Katolik yang lain dalam Ritus Timur.

Dalam hubungannya dengan Gereja- Gereja lain, julukan” Gereja Agama Katolik” yang dipergunakan, serta buat hal dalam dipakai julukan” Gereja”. Selaku ilustrasi, dalam Katekismus Gereja Agama Katolik, julukan” Gereja” dipakai ratusan kali, sebaliknya julukan” Gereja Agama Katolik” cuma dipakai 24 kali, apalagi julukan” Gereja Agama Katolik Bulu halus” serupa sekali tidak dipakai.

Pemakaian julukan” Gereja Agama Katolik” dengan cara sah diperoleh oleh sebagian Gereja Agama Katolik yang lain, tetapi mayoritas dari mereka memakai sebutan” Gereja Agama Katolik Bulu halus” buat mengatakan Gereja ini. Walaupun begitu, dalam pemakaian dengan cara informal, apalagi oleh anggota- anggota Gereja yang lain sebutan” Gereja Agama Katolik” dimengerti selaku julukan dari Gereja ini. Pada tahun 397 Agama Katolik, Santo Agustinus menarangkan kalau julukan itu apalagi dimengerti oleh mereka yang digolongkannya selaku kalangan bidaah:

Julukan itu, ialah Agama Katolik, yang bukannya tanpa alibi, dengan dikelilingi sedemikian itu banyak bidaah, sudah dipakai oleh Gereja; dengan begitu, walaupun seluruh kalangan bidaah mau diucap Agama Katolik, tetapi bila terdapat orang asing menanya dimanakah jemaat Agama Katolik terkumpul, hingga tidak satupun kalangan bidaah yang berani menunjuk kapel ataupun rumahnya sendiri.

Singkatnya, bagus julukan” Gereja Agama Katolik”, ataupun” Gereja Agama Katolik Bulu halus” dipakai selaku gelar pengganti untuk semua gereja” yang dipandu oleh pengganti Petrus serta oleh para uskup yang terletak dalam satu komuni bersamanya.”

Gereja Agama Katolik beriktikad kalau cuma terdapat satu Allah saja, yang muncul dalam 3 individu: Allah Bapa; Yesus Si Putera; serta Arwah Bersih. Keyakinan- keyakinannya terangkum dalam Kepercayaan Nicea[34] serta dirinci dalam Katekismus Gereja Agama Katolik. Kepercayaan Nicea pula ialah pusat statment agama dari denominasi- denominasi Agama Katolik yang lain. Pertama- tama merupakan pemeluk Agama Katolik Kolot Timur, yang keyakinan- keyakinannya mendekati dengan keyakinan- keyakinan pemeluk Agama Katolik, perbandingan kuncinya terdapat dalam perihal infalibilitas kepausan, klausa filioque, serta Maria dikandung tanpa bercak. Bermacam denominasi Protestan bermacam- macam dalam keyakinan- keyakinannya, tetapi pada biasanya mereka berlainan dari pemeluk Agama Katolik dalam perihal Sri Paus, Adat- istiadat Gereja, Ibadat, hidmat banyak orang bersih, dan dalam isu- isu yang berhubungan dengan karunia, aksi bagus, serta keamanan.

Konsili Yerusalem, yang diselenggarakan oleh para Rasul dekat tahun 50 buat memperjelas ajaran- ajaran Gereja, jadi tolok ukur untuk konsili- konsili Gereja berikutnya yang diselenggarakan oleh para arahan Gereja sejauh asal usul.[23] Konsili terakhir dalam Gereja ini merupakan Konsili Vatikan kedua, yang selesai pada 1965.

Daulat pengajaran, 7 sakramen

Bersumber pada akad Yesus di dalam Injil, Gereja Agama Katolik yakin kalau beliau dibimbing dengan cara berkelanjutan oleh Arwah Bersih, serta oleh karena itu bebas dari mungkin kelalaian ajaran. Gereja Agama Katolik mengarahkan kalau Arwah Bersih membuka bukti Allah lewat Buku Bersih, Adat- istiadat Bersih, serta Magisterium. Buku Bersih, ataupun Alkitab Agama Katolik, terdiri atas kitab- kitab yang serupa dengan yang ada dalam Akad Lama tipe Yunani—disebut pula Septuaginta[44]—beserta ke- 27 catatan Akad Terkini yang ada dalam Codex Vaticanus serta tertera dalam Pesan Hari Raya yang ke- 39 yang ditulis Athanasius. Semua buku itu ialah ke- 73 Buku Bersih Agama Katolik, berlainan dengan banyak gereja Protestan yang memakai 66 buku saja. Kitab- kitab serta tulisan- tulisan yang dikira kanonik oleh Gereja Agama Katolik namun tidak dikira kanonik oleh sebagian golongan yang lain diucap pula kitab- kitab Deuterokanonika. Adat- istiadat Bersih terdiri atas ajaran- ajaran yang bagi agama Gereja sudah diwarisi dari era para Rasul. Buku Bersih bersama Adat- istiadat Bersih bersama- sama diucap” endapan kepercayaan”( Bahasa Latin: depositum fidei). Endapan kepercayaan ini esoknya ditafsirkan oleh Magisterium( dari tutur magister dalam bahasa Latin yang maksudnya” guru”), daulat pengajaran Gereja Agama Katolik, yang—melalui suksesi apostolik—dilaksanakan oleh Sri Paus serta uskup- uskup yang terletak dalam kesatuan dengan Sri Paus.

Bagi Konsili Trente, Yesus melembagakan 7 kebaktian serta mempercayakannya pada Gereja. Ketujuh kebaktian itu merupakan Pembaptisan, Krisma, Ibadat, Perdamaian( Kebaktian Pengakuan Kesalahan), Minyak Bersih( ataupun kebaktian” Pengurapan Orang Sakit”), Imamat, serta Perkawinan. Sakramen- sakramen merupakan ritual- ritual kasatmata yang berarti maksudnya, serta yang oleh pemeluk Agama Katolik ditatap selaku isyarat kedatangan Allah dan saluran- saluran yang efisien dari karunia Allah pada banyak orang yang menyambut sakramen- sakramen itu dengan catatan yang cocok( ex opere operato).

Dasar Allah, Katolisisme itu monoteistik: yakin kalau Allah itu satu, kekal, maha daya( Omnipoten), maha ketahui( Omniscien), maha bagus( Omnibenevolen), serta terdapat di mana- mana( Omnipresen). Allah populer dengan cara berlainan serta mendahulukan ciptaan- Nya( ialah, seluruh suatu yang bukan Allah, serta yang eksistensinya tergantung pada Allah) serta walaupun begitu senantiasa muncul dengan cara akrab dalam ciptaan- Nya. Dalam Konsili Vatikan Awal Gereja Agama Katolik mengarahkan kalau, walaupun dengan ide budi natural kemanusiaan, Allah bisa diketahui dalam karya- Nya selaku asal mula serta akhir seluruh buatan, Allah sudah memilah buat menggerakkan hati diri- Nya sendiri serta kehendak- Nya dengan cara transendental mistis dalam cara- cara yang tercetak dalam Pesan pada pemeluk Yahudi 1: 1- 2.

Katolisisme itu pula Trinitarian: yakin kalau, walaupun Allah itu satu dalam dasar, akar, serta kehadiran, Allah yang satu ini populer dalam 3 individu illahi, yang tiap- tiap sama dengan satu akar, yang perbedaannya hanya dalam ikatan mereka satu serupa lain: ikatan Bapa kepada Putera, ikatan Putera kepada Bapa, serta ikatan keduanya dengan Arwah Bersih, menghasilkan Allah yang satu selaku Trinitas.

Pemeluk Agama Katolik dibaptis dalam julukan( wujud tunggal) Bapa serta Putera serta Arwah Bersih— bukan 3 Allah, melainkan satu Allah yang berdiam dalam 3 Individu. Sekalipun satu akar keillahianNya, Bapa, Putera, serta Arwah Bersih itu berlainan, bukan semata- mata 3″ masker” ataupun perwujudan dari satu Individu. Kepercayaan Gereja serta masing- masing orang Kristiani didasarkan atas ikatan dengan ketiga Individu dari satu Allah itu.

Gereja Agama Katolik yakin kalau Allah menggerakkan hati diri- Nya sendiri pada pemeluk orang selaku Bapa untuk Putera tunggal- Nya, yang terletak dalam perhimpunan kekal dengan Si Bapa( Matius 11: 27).

Pemeluk Agama Katolik yakin kalau Allah Putera, Si Logos Illahi, Individu Allah yang kedua, berinkarnasi selaku Yesus Kristus, seseorang orang, lahir dari Gadis Maria. Ia senantiasa benar- benar illahi serta pada dikala yang serupa benar- benar orang. Dalam percakapan serta metode hidupnya, ia membimbing seluruh orang gimana buat hidup, serta menggerakkan hati Allah selaku Kasih, donatur karunia ataupun belas kasihan dengan cara bebas.

Setelah penyaliban serta kebangkitan Yesus, para pengikutnya, paling utama kedua simpati rasul, terus menjadi ensiklopedis mengedarkan imannya dengan antusias yang bagi mereka berawal dari Arwah Bersih, Individu Allah yang ketiga, yang diutus ke atas mereka oleh Yesus.