Meskipun kristianitas sudah dikenal sejak permulaan abad ke-16, kehidupan keagamaan di Pulau Flores memiliki ciri kekhasan tersendiri. Bagaimanapun, hidup beragama di Flores –sebagaimana juga di berbagai daerah lainnya di Nusantara sangat diwarnai oleh unsur-unsur kultural yaitu pola tradisi asli warisan nenek-moyang. Di samping itu, unsur-unsur historis, yakni tradisi-tradisi luar yang masuk melalui para misionaris turut berperan pula dalam kehidupan masyarakat.

Kedua unsur ini diberi bentuk oleh sistem kebudayaan Flores yang dianggap pemain http://citipoker88.com hal yang cukup menakjubkan sehingga di beberapa tempat seperti di Flores timur ada semacam percampuran keagamaan dan tradisi nenek moyang. Beberapa tradisi keagamaan Katolik yang berbeda dan unik di daerah Indonesia Bagian Timur yaitu yang pertama Rabu Trewa.

Rabu Trewa adalah perayaan Paskah di Larantuka dimulai dengan Rabu Trewa. Beda dengan umat Katolik di tempat lain yang memulainya pada hari kamis putih. Perayaan berpusat di Kapela Tuan Ma (Lohayong-Larantuka) dan Kapela Tuan Ana (Pohonsirih). Tuan Ana adalah sebutan untuk Yesus Kristus, sedangkan Tuan Ma sebutan untuk Maria, ibunda Yesus dalam bahasa Nagi (bahasa Melayu Larantuka). Di kedua kapela ini dilakukan upacara Muda tuan. pengurus kapela membuka pintu sehingga umat diperkenankan berkunjung. Di kapela tuan ma itersimpan patung Bunda Maria setinggi dua meter, sedangkan di Kapela Tuan Ana tersimpan sebuah peti berisikan patung Yesus yang terbujur. Umat dan peziarah wajib membuka alas kaki.

Lalu, berjalan dengan lutut, tangan terlipat di dada. Kemudian ada acara keagamaan yang diberi nama Kamis Putih. Para umat Katolik masih diberi kesempatan untuk berziarah di kedua kapela. Umat dari berbagai kawasan di Tanah Air, bahkan mancanegara, berdatangan ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Semata Santa, esok harinya. Sejumlah biro perjalanan di Surabaya dan kota-kota besar di Jawa menyiapkan paket khusus untuk wisata rohani ke Larantuka. Liturgi ekaristi berlangsung seperti misa raya di tempat lain. Ada upacara pembasuhan kaki, penakhtaan sakramen mahakudus. Nyanyian paling terkenal, apalagi kalau bukan Ubi Caritas Est Vera, Deus Ibi Est serta Pange Lingua Gloriosi.

Kemudian adalah Jumat Agung atau Jumat Besar. Menjadi hari puasa dan pantang wajib umat Katolik. Inilah puncak devosi peninggalan para paderi Portugal abad ke-16 yang disebut Semana Santa. Warga Larantuka sibuk mempersiapkan Armida alias stasi dalam jalan salib. Juga pagar bambu atau turo di sisi kiri dan kanan jalan raya tempat prosesi berlangsung. Di atas turo itu dipasang lilin yang akan menyala sepanjang malam.

Semana Santa merupakan devosi untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus, dan punya akar tradisi Portugis yang sangat kuat. Sekitar pukul 13.00 umat sudah memadati pantai Kelurahan Pohon Sirih. Menunggu kedatangan iring-iringan kapal yang membawa salib dari Kapela Tuan Menino (Yesus Kanak-kanak). Tuan Menino disemayamkan di Kapel Kota Rowindo, pinggir Larantuka. Salib Tuan Menino diarak melalui Selat Gonsalus antara Pulau Flores dan Pulau Adonara dengan menggunakan perahu bercadik.

Kapal-kapal lainnya mengiringi dari belakang. Prosesi iring-iringan dari acara Semana Santa ditunggu setiap tahunnya oleh para penduduk, bettor http://www.speedbet88.net dan para umat Katolik di Indonesia bahkan di dunia. Demikianlah ketiga perayaan keagamaan Katolik yang terkenal di daerah Indonesia Timur yang terkenal. Hingga saat ini semua acara tetap berlangsung turun-temurun dan dijaga oleh hikmad dan sakral oleh penduduk sekitar. Semoga tetap terjaga dan dilestarikan budaya-budaya keagamaan seperti yang ada di daerah Indonesia bagian timur.

Leave a Reply