Struktur Hirarkis Dalam Agama dan Gereja Katolik

Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar dan kaya akan budaya, tradisi, suku, ras, dan agama. Sangat banyak hal yang dapat kita lihat dan pelajari dari bangsa Indonesia. Dasar negara bangsa Indonesia adalah Pancasila. Di pasal yang pertama dalam Pancasila dikatakan bahwa ada Ketuhanan Yang Maha Esa dan hal tersebut lahir karena melihat dari jati diri bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia adalah negara beragama dan di Indonesia ada 6 agama sah yang diakui oleh pemerintah. Setiap agama memiliki ciri khas dan keyakinan atau kepercayaannya masing-masing. Hal tersebutlah yang melengkapi bangsa Indonesia. Dari kondisi tersebut, lahirlah sifat atau sikap alami penduduk bangsa Indonesia yaitu sikap atau sifat saling toleransi, saling menghormati, dan saling menghargai. Hingga lahirlah sebuah semboyan yang sangat terkenal dan identik dengan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua. Dengan kondisi bangsa yang seperti itu, sebagai penduduk Indonesia, kita akan sangat beruntung jika mengetahui dan mendapat wawasan mengenai nilai-nilai positif dalam agama lain.

Salah satu dari 6 agama yang akan kita bahas adalah agama Katolik. Agama Katolik sangat identik dengan kasih dan kerukunan. Agama Katolik juga memancarkan sesuatu yang sakral dan kudus serta tertib. Hal yang akan kita bahas dan ketahui serta dapat kita pelajari untuk menambah wawasan kita yang sebagai pemain judi online adalah dalam agama Katolik ada sesuatu yang dinamakan dengan struktur hirarkis. Struktur hirarkis ini bertujuan untuk mengatur dan menertibkan pelaksanaan ibadah serta menjalankan kewajiban dalam agama agar segala sesuatu dapat berjalan dengan tertib dan terkendali. Struktur hirarkis ini juga dibuat agar para umat mendapatkan arahan serta bimbingan untuk kehidupan sehari-hari. Dalam agama Katolik, struktur hirarkis yang ada di tingkat pertama adalah Episkopal atau jabatan Uskup. Hal ini ada di dalam sebuah badan Dewan Uskup. Tugas dan kewajiban mereka adalah seperti atau sebagai penerus para Rasul yang menjadi Gembala dalam Greja, para pengajar, para imam, dan yang mengurus dalam pemerintahan.

Struktur hirarkis yang ke dua adalah Presbiterat atau jabatan Presbiter atau Imam. Tugas mereka adalah untuk memimpin sebuah keuskupan seperti seorang Pastor. Para Presbiter ini juga dapat melakukan banyak hal yang tidak secara langsung memiliki kaitan dengan kegiatan Pastoral biasa. Ada perbedaan kriteria di berbagai daerah dari syarat menjadi Presbiter. Ada yang memperbolehkan lelaki yang sudah menikah untuk ditahbiskan sebagai Presbiter dan ada yang tidak memperbolehkan hal tersebut. Struktur hirarkis yang ke dua adalah Diakonat atau jabatan Diakon. Para Diakon ini memiliki beberapa tugas sesuai dengan kategorinya masing-masing. Ada pelayan Sabda, pelayan Sakramen, dan pelayan amal kasih. Para calon atau kandidat Diakon harus melalui beberapa tahap untuk sah dan resmi menjadi Diakon.

Perkembangan Agama Katolik

Perkembangan Agama Katolik Dari Masa ke Masa

Pertama kali agama Katolik masuk ke Indonesia berawal dari kedatangan Bangsa Portugis memasuki kepulauan Maluku. Saudara Gonzalo Veloso asal Portugis ini yang membaptis satu kampung di Maluku pada tahun 1534. Orang pertama yang dibaptis adalah kepala suku dan kemudian dibaptis seluruh warga kampungnya. Bangsa Portugis awalnya datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah yang berharga. Penduduk diajak untuk bekerja sama dengan Portugis. Ada beberapa para imam Katolik yang juga ikut dalam pelayaran tersebut. Para imam itulah yang mulai menyebarkan injil kepada penduduk setempat. Salah satu penyebar injil Katolik yaitu Santo Fransiskus Xaverius.

Selama setahun Santo Fransiskus berkeliling mengunjungi pulau Ambon, Saparua dan Ternate dan ia berhasil membaptis beberapa ribu penduduk setempat dan juga http://agenbolaindo.net yang percaya akan injil yang diberitakan. Namun setelah kedatangan VOC di Indonesia pada tahun 1619 dampai 1799, VOC melarang keras gereja Katolik berkembang di Indonesia. Hanya di Flores dan Timor yang bertahan dari kecaman VOC saat itu. Maka perkembangan Katolik di beberapa daerah terhenti dan tidak berkembang. VOC yang menganut kepercayaan kristen menghentikan kegerakan katolik yang dibawa oleh Bangsa Portugis, mereka mengusir para imam-imam Katolik. Dengan berkuasanya VOC saat itu mulai masuk agama kristen dan banyak juga yang sudah beragama Katolik kemudian menganut agama protestan. Sampai tahun 1799 setelah VOC dinyatakan bangkrut dan bubar, agama Katolik mulai berkembang lagi.

Setelah itu Indonesia dijajah dengan Belanda. Belanda yang saat itu dipimpin oleh Raja yang menganut agama Katolik dan memiliki hubungan erat dengan Katolik Roma sangat mempengaruhi perkembangan ajaran agama Katolik di Indonesia. Dengan datangnya dua orang imam dari negeri Belanda yaitu Pastor Jacobus Nelissen Pr dan Pastor Lambertus Prisen, Pr mengawali perkembangan baru di Indonesia. Pada tahun 1889 kondisi mulai membaik dimana mulai ada 50 orang imam Katolik yang membimbing para umat Katolik di Indonesia. Di Daerah Istimewa Yogyakarta misi Katolik masih dilarang sampai tahun 1891.

Pada tahun 1896 Pastor F.Van Lith, Sj yang datang ke Muntilan membuahkan hasil yang memuaskan dengan membaptis 178 rombongan pertama orang jawa. Mereka dibaptis di mata air yang terletak di antara dua batang pohon sono, sampai sekarang menjadi tempat ziarah yang masih ramai dikunjungi. Mata air tersebut sekarang dikenal dengan nama Sendangsono. Tak hanya membaptis 178 orang, namun Romo Van Lith membangun sekolah guru di Muntilan, yang diberi nama Normaalschool pada tahun 1900. Pada tahun 1918 sekolah-sekolah Katolik yang dibangun mulai disatukan dalam satu yayasan dan diberi nama Yayasan Kanisius. Dibawah yayasan Kanisiuslah semua sekolah Katolik di bernanung dan saling membantu satu sama lain. Alumni siswa sekolah Katolik Muntilan beberapa menjadi Imam dan Uskup Katolik di Indonesia.

Tanggal 20 Desember 1948 Romo Sandjaja terbunuh bersama Frater Hermanus Bouwens, SJ di dusun Kembaran dekat Muntilan, ketika penyerangan pasukan Belanda ke Semarang yang berlanjut ke Yogyakarta dalam Agresi Militer Belanda II. Romo Sandjaja dikenal sebagai martir pribumi dalam sejarah Gereja Katolik Indonesia. Setelah penyerangan pasukan Belanda dan membunuh beberapa Romo justru malah membuat perkembangan Katolik semakin pesat dan banyak warga penduduk setempat dan anggota http://agenbola108.net yang melindungi para Imam Katolik. Pada pertengahan abad ke-20 gereja Katolik di Indobesia mulai berkembang dengan sangat pesat hingga hari ini. Dukungan dan kerja sama dengan Roma tetap terjaga hingga hari ini. Persaudaraan yang erat terjalin dengan baik membuat Katolik kokoh hingga hari ini.

Agama Katolik Di Indonesia

Sejarah Pertama Kali Agama Katolik Di Indonesia

Sejarah masuknya agama Katolik di Indonesia berawal dari bangsa Portugis yang berlabuh di pulau Malaka. awal kedatangan pertama kali bangsa Portugis ke Indonesia adalah mereka mencoba untuk menguasai rempah-rempah hasil bumi Indonesia yang berharga dan salah satunya untuk memperluas usaha Misionaris Khatolik Roma. Bangsa Portugis yang ahli dalam pembuatan kapal dan terkenal dengan armada lautnya yang mampu menguasai lautan memungkinkan mereka untuk melakukan ekspedisi perjalanan hingga ke Indonesia. Malaka berhasil ditaklukkan Bangsa Portugis pada tahun 1512.

Portugis datang ke Indonesia dengan membuat persepakatan dagang dengan Raja-raja di Indonesia pada masa itu. Salah satu Raja yang memiliki kesepakatan dengam Bangsa Portugis adalah Raja dari kerajaan Sunda yaitu Raja Prabu Surawisesa. Diketahui dari perjanjian dan pada tahun 1522, bangsa Portugis siap membentuk koalisi dengan Kerajaan Sunda, yang memiliki pelabuhan-pelabuhan penting pada masa itu, yaitu Banten dan Cirebon. Hal ini diketahui oleh http://speedbet88.co yaitu ditandai dengan perjanjian dagang yang saling menguntungkan, yaitu pedagangan lada untuk bangsa Portugis, dan mengijinkan bangsa Portugis mendirikan benteng di Sunda Kelapa, guna membantu kerajaan Sunda, yang merasa mulai melemah karena semakin meluasnya pengaruh Kesultanan Demak.

Namun karena beberapa hal, Portugis tidak dapat memenuhi perjanjian yang dibuat dan bangsa Portugis diusir dari Sunda Kelapa. Bangsa Portugis gagal menguasai pulau Jawa, lalu mereka mengalihkan perhatiannya ke arah timur yaitu ke Maluku. Melalui penaklukan militer dan persekutuan dengan para pemimpin lokal, bangsa Portugis mendirikan pelabuhan dagang, benteng, dan misi-misi di Indonesia bagian Timur termasuk pulau Ternate, Ambon dan Solor. Sejak tahun 1520 Portugis mulai menempati Solor, sebuah pulau kecil di depan Larantuka menurut catatan sejarah yang ada. Awal Mulanya untuk berdagang mencari rempah-rempah di wiliyah timur Indonesia. Bangsa Portugis mulai membuat rumah-rumah sederhana. Karena orang Portugis ini beragama Katolik, mereka berdoa ala Katolik di sana. Baru pada 1561 empat pater Ordo Dominikan dikirim dari Melaka ke Solor.

Sejarah dari Portugis

Empat Pater itu menetap di Solor. Selain melayani pedagang-pedagang Portugis, para misionaris itu mewartakan Injil ke penduduk lokal. Kehadiran orang asing, agama baru, tidak diterima begitu saja. Terjadi sejumlah perlawanan berdarah-darah. Sehingga untuk melindungi diri dari serangan penduduk lokal, pada 1566 Pastor Antonio da Cruz membangun benteng di Lohayong, Kecamatan Solor Timur sekarang. Penyebaran agama Katolik di Kepulauan Solor (sekarang Kabupaten Flores Timur) sukses besar. Bahkan, sebuah Seminari dibikin di dalam Benteng Lohayong tersebut. Pada tahun 1600 sedikitnya ada 50 siswa (seminaris) yang belajar mempersiapkan diri sebagai rohaniwan Katolik.

Dan bisa dipastikan bahwa inilah seminari Katolik pertama di Indonesia. Ada gereja bernama Nossa Senhora da Piedade. Beberapa tahun kemudian dibangun Gereja Sao Joao Baptista. Singkat cerita, hingga 1599 misionaris perintis ini berhasil mendirikan 18 gereja di Solor dan sekitarnya. Namunuasaan Portugis tidak bertahan lama. Pada 27 Januari 1613 sebuah armada Belanda datang ke Solor. Kapten Manuel Alvares mengerahkan 30 orang Portugis serta seribu penduduk lokal untuk mempertahankan benteng di Lohayong. Portugis ternyata kalah setelah berperang tiga bulan.

Perang terus-menerus antara sesama penjajah ini membuat ke-Katolikan yang masih sangat muda tidak berkembang. Berantakan. Melihat suasana yang tidak kondusif tersebut, pater-pater Dominikan memindahkan markasnya ke Larantuka. Selanjutnya yang berada di pinggir laut itu menjadi pusat misi Katolik di Nusa Tenggara Timur, kemudian Timor Timur, bahkan Indonesia. Misi di Larantuka ternyata jauh lebih sukses. Bagi member poker http://multipoker88.com ini karena adat antara Belanda dan Portugis untuk membiarkanr Dominikan menyebarkan agama Katolik di seluruh Flores dan sekitarnya. Di dekat Larantuka juga dibikin seminari. Sejak itulah kebanyakan penduduk Flores mulai mengenal kristianitas, dimulai dari Pulau Solor dan Larantuka di Flores Timur kemudian menyebar ke seluruh daratan Flores dan Timor. Dengan demikian, berbeda dari penduduk di daerah-daerah lain di Indonesia, mayoritas masyarakat Pulau Flores memeluk agama Katolik.” Itulah awal sejarah masuknya agama Katolik di Indonesia.

Mengenal Ritual Sakral Semana Santa Katolik

Agama Katolik memang memiliki cukup banyak hari besar dalam acara keagamaannya. Yang sering terdengar di telinga atau tak asing lagi seperti Rabu Abu, Jumat Agung, Kamis Putih, Paskah dan lain sebagainya. Larantuka memang terkenal dengan ritual keagamaan yang sedikit berbeda dengan umat Katolik biasanya. Acara ritual keagamaan di Larantuka juga diwarnai oleh tradisi turun temurun atau kepercayaan dari nenek moyang di daerah tersebut. Tradisi Katolik yang berkembang di Larantuka dipengaruhi oleh bangsa Portugis maupun bangsa Belanda yang menjajah kepulauan Malaka saat itu.

Maka dari itu da beberapa ritual yang menarik yang perlu disomak di Larantuka. Beberapa Ritual ini sudah menjadi daya tarik wisatawan yang kebanyakan merupakan anggota dan sudah menjadi wisata religi saat ini. Data wisatawan setiap tahunnya semakin meningkat, apalagi di bulan April saat acara Paskah di Larantuka. Saat hari Paskah tiba, di Larantuka terdapat prosesi ritual keagamaan umat Katolik yang menarik. Terutama yang terkenal bernama ritual Samana Santa. Di artikel ini akan membahas secara rinci acara ritual Samana Santa yang terjadi di Larantuka. Ritual ini adalah acara puncak dari serangkaian acara Paskah yang dilakukan.

Warga Larantuka sibuk mempersiapkan Armida alias stasi dalam jalan salib. Juga pagar bambu atau turo di sisi kiri dan kanan jalan raya tempat prosesi berlangsung. Di atas turo itu dipasang lilin yang akan menyala sepanjang malam. Semana Santa merupakan devosi untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus, dan punya akar tradisi Portugis yang sangat kuat. Sekitar pukul 13.00 umat sudah memadati pantai Kelurahan Pohon Sirih.

Menunggu kedatangan iring-iringan kapal yang membawa salib dari Kapela Tuan Menino (Yesus Kanak-kanak). Tuan Menino disemayamkan di Kapel Kota Rowindo, pinggir Larantuka. Salib Tuan Menino diarak melalui Selat Gonsalus antara Pulau Flores dan Pulau Adonara dengan menggunakan perahu bercadik. Kapal-kapal lainnya mengiringi dari belakang. Setelah kotak berisi Salib Tuan Menino diturunkan dari perahu, prosesi mulai berjalan menuju Armida Balela di Jalan San Dominggo. Barisan diawali dengan para Confreria berjubah putih dengan kalung bergambar Santo Dominikus. Petugas berpakaian hitam mengikuti. Tuan Menino dibawa dengan cara dijunjung di kepala disertai payung. Salib itu kemudian ditempatkan di Armida Balela. Pukul 15.00, seperti ditulis Alkitab, Yesus wafat.

Umat memperingati peristiwa ini dengan mengarak patung Tuan Ana dan Tuan Ma ke Gereja Katedral di Postoh, tak jauh dari kantor Bupati Flores Timur. Petugas tampil dengan Genda Do (genderang khas), disusul Confreria yang membawa panji-panji, lalu salib dan lilin besar. Anak-anak pakai jubah hitam. Mereka membawa palu dan paku besar, 30 keping uang perak, mahkota duri, tongkat, bunga karang, lembing, dadu. Ini semua simbol penghinaan terhadap Yesus. Arak-arakan ini diikuti oleh petugas liturgi serta Promesa – peziarah dengan nazar khusus. Promesa adalah jemaat yang punya niat khusus membantu jalannya prosesi Semana Santa agar tercapai intensinya. Mereka diseleksi ketat dan biasanya tidak boleh bermain di http://bengkelbola.org untuk mendapatkan uang saku.

Usungan Tuan Ana (patung Yesus) dan Tuan Ma (Patung Bunda Maria) diangkat oleh Lakademu, petugas berkostum ala Portugis, ke dalam Katedral. Setelah itu upacara Jumat Agung berjalan seperti biasa, sekitar pukul 15.00. Setelah itu, diadakan doa di makam Kelurahan Postoh yang berada tak jauh dari Katedral Larantuka di Postoh. Jemaat berdoa dan memasang lilin di pusara keluarganya.

Sedangkan para peziarah melakukannya di depan TUGU di tengah makam. Ritual ini sebagai simbol Yesus Kristus Sang Terang bangkit bersama orang-orang beriman yang telah meninggal dunia. Prosesi utama Semana Santa dimulai dari Katedral, keliling kota Larantuka, lalu kembali lagi di Katedral. Prosesi inilah yang selalu ditunggu-tunggu oleh ribuan umat dan peziarah dari berbagai daerah. Panjang rute mencapai lima kilometer. Ribuan umat mengikuti prosesi sambil memegang lilin bernyala. Sementara itu, kota Larantuka menjadi lautan cahaya lilin yang memancar di sepanjang rute prosesi. Acara ini dipenuhi doa yang sakral oleh para umat Katolik.

Beberapa Perayaan Keagamaan Katolik

Meskipun kristianitas sudah dikenal sejak permulaan abad ke-16, kehidupan keagamaan di Pulau Flores memiliki ciri kekhasan tersendiri. Bagaimanapun, hidup beragama di Flores –sebagaimana juga di berbagai daerah lainnya di Nusantara sangat diwarnai oleh unsur-unsur kultural yaitu pola tradisi asli warisan nenek-moyang. Di samping itu, unsur-unsur historis, yakni tradisi-tradisi luar yang masuk melalui para misionaris turut berperan pula dalam kehidupan masyarakat.

Kedua unsur ini diberi bentuk oleh sistem kebudayaan Flores yang dianggap pemain http://citipoker88.com hal yang cukup menakjubkan sehingga di beberapa tempat seperti di Flores timur ada semacam percampuran keagamaan dan tradisi nenek moyang. Beberapa tradisi keagamaan Katolik yang berbeda dan unik di daerah Indonesia Bagian Timur yaitu yang pertama Rabu Trewa.

Rabu Trewa adalah perayaan Paskah di Larantuka dimulai dengan Rabu Trewa. Beda dengan umat Katolik di tempat lain yang memulainya pada hari kamis putih. Perayaan berpusat di Kapela Tuan Ma (Lohayong-Larantuka) dan Kapela Tuan Ana (Pohonsirih). Tuan Ana adalah sebutan untuk Yesus Kristus, sedangkan Tuan Ma sebutan untuk Maria, ibunda Yesus dalam bahasa Nagi (bahasa Melayu Larantuka). Di kedua kapela ini dilakukan upacara Muda tuan. pengurus kapela membuka pintu sehingga umat diperkenankan berkunjung. Di kapela tuan ma itersimpan patung Bunda Maria setinggi dua meter, sedangkan di Kapela Tuan Ana tersimpan sebuah peti berisikan patung Yesus yang terbujur. Umat dan peziarah wajib membuka alas kaki.

Lalu, berjalan dengan lutut, tangan terlipat di dada. Kemudian ada acara keagamaan yang diberi nama Kamis Putih. Para umat Katolik masih diberi kesempatan untuk berziarah di kedua kapela. Umat dari berbagai kawasan di Tanah Air, bahkan mancanegara, berdatangan ke Larantuka untuk mengikuti prosesi Semata Santa, esok harinya. Sejumlah biro perjalanan di Surabaya dan kota-kota besar di Jawa menyiapkan paket khusus untuk wisata rohani ke Larantuka. Liturgi ekaristi berlangsung seperti misa raya di tempat lain. Ada upacara pembasuhan kaki, penakhtaan sakramen mahakudus. Nyanyian paling terkenal, apalagi kalau bukan Ubi Caritas Est Vera, Deus Ibi Est serta Pange Lingua Gloriosi.

Kemudian adalah Jumat Agung atau Jumat Besar. Menjadi hari puasa dan pantang wajib umat Katolik. Inilah puncak devosi peninggalan para paderi Portugal abad ke-16 yang disebut Semana Santa. Warga Larantuka sibuk mempersiapkan Armida alias stasi dalam jalan salib. Juga pagar bambu atau turo di sisi kiri dan kanan jalan raya tempat prosesi berlangsung. Di atas turo itu dipasang lilin yang akan menyala sepanjang malam.

Semana Santa merupakan devosi untuk memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus, dan punya akar tradisi Portugis yang sangat kuat. Sekitar pukul 13.00 umat sudah memadati pantai Kelurahan Pohon Sirih. Menunggu kedatangan iring-iringan kapal yang membawa salib dari Kapela Tuan Menino (Yesus Kanak-kanak). Tuan Menino disemayamkan di Kapel Kota Rowindo, pinggir Larantuka. Salib Tuan Menino diarak melalui Selat Gonsalus antara Pulau Flores dan Pulau Adonara dengan menggunakan perahu bercadik.

Kapal-kapal lainnya mengiringi dari belakang. Prosesi iring-iringan dari acara Semana Santa ditunggu setiap tahunnya oleh para penduduk, bettor http://www.speedbet88.net dan para umat Katolik di Indonesia bahkan di dunia. Demikianlah ketiga perayaan keagamaan Katolik yang terkenal di daerah Indonesia Timur yang terkenal. Hingga saat ini semua acara tetap berlangsung turun-temurun dan dijaga oleh hikmad dan sakral oleh penduduk sekitar. Semoga tetap terjaga dan dilestarikan budaya-budaya keagamaan seperti yang ada di daerah Indonesia bagian timur.

5 Fakta Menarik Mengenai Agama Katolik

Negara Indonesia merupakan negara yang beragama. Hal ini tercermin dari dasar negara yang bernama Pancasila. Dalam pasal yang pertama dari dasar negara yang dinamakan Pancasila menyatakan bahwa adanya Ketuhanan Yang Maha Esa. Pasal tersebut lahir karena melihat dan meninjau dari jati diri bangsa Indonesia. Banyaknya agama dan kepercayaan yang ada membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang kaya akan budaya dan tradisi. Dari kondisi bangsa yang seperti itu pula, lahirlah secara alami sikap yang toleransi, saling menghargai, dan menghormati antar umat beragama. Di Indonesia sendiri ada 6 agama yang sah dan diakui pemerintah, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Masing-masing agama memiliki keunikan dan ciri khasnya sendiri serta membuat bangsa Indonesia yang biasanya doyan http://citibetqq.com ini makin kaya akan tradisi dan budayanya.

Kali ini kita akan membahas dan mengetahui fakta menarik mengenai agama Katolik. Agama Katolik merupakan salah satu agama yang sah di Indonesia. Ada banyak nilai positif yang dapat kita ketahui dari agama ini. Sebagai contoh adalah, dalam agama ini diajarkan mengenai kasih dan kerukunan yang membuat hidup manusia menjadi lebih damai dan saling menghormati serta menghargai satu sama lain, baik itu dalam koridor umat beragama, profesi, tingkat sosial, dan lain sebagainya. Terlepas dari kepercayaan dan hal sebagainya, nilai positif mengenai kerukunan dapat kita pelajari dan terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tentunya hal tersebut dapat membuat hidup kita menjadi lebih rukun dan damai. Ada beberapa fakta menarik yang dapat kita ketahui mengenai agama Katolik ini. Fakta yang pertama adalah sejarah nama dari agama ini. Kata Katolik berasal dari bahasa Yunani, atau lebih tepatnya adalah kata sifat. Dalam kata sifat bahasa Yunani, Katolik adalah Katholikos.

Katholikos memiliki arti Universal. Fakta menarik yang ke dua adalah ada tujuh sakramen yang penting dalam agama Katolik yang di ajarkan oleh Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Allah umat Katolik. Sakramen yang pertama adalah Baptis. Sakramen yang selanjutnya adalah pengakuan dosa. Sakramen yang ke tiga adalah Ekatisti. Sakramen yang selanjutnya adalah penguatan atau sering disebut dengan Krisma. Sakramen yang ke lima adalah Imamat. Sakramen yang ke enam adalah pernikahan. Lalu sakramen yang terakhir adalah pengurapan orang sakit.

Fakta menarik yang ke tiga yang dapat kita ketahui dari agama Katolik adalah sejarah agama Katolik di Indonesia. Awal penyebaran agama ini di Indonesia adalah pada saat bangsa Portugis pertama kali datang di Indonesia. Para misionaris dari bangsa Portugis datang pada abad ke 16 dan abad ke 17. Mereka pertama kali datang di daerah Timur dari Indonesia atau lebih tepatnya di Maluku dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fakta menarik yang selanjutnya adalah awal mula agama Katolik menyebar di pulau Jawa. Pada saat itu pemerintahan di tanah Jawa dikendalikan oleh Herman Willem Deandels. Fakta menarik yang ke lima adalah pada tahun 1807, Greja Katolik yang pertama didirikan di tanah Batavia.

Beberapa Syarat Untuk Menjadi Pastor Dalam Agama Katolik

Agama adalah suatu hal yang sangat penting di Indonesia. Agama adalah salah satu dari jati diri bangsa seperti yang tertulis dan ditetapkan dalam dasar negara bangsa Indonesia yaitu Pancasila. Dalam Pancasila pasal yang pertama dikatakan bahwa adanya Ketuhanan Yang Maha Esa. Inilah yang menjadi akibat hasil dari jati diri bangsa Indonesia yang dikenal dengan bangsa yang beragama.

Ada 6 agama yang diakui dan ditetapkan oleh pemerintah bangsa Indonesia yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu. Masing-masing agama memiliki ciri khas dan nilai positifnya sendiri sehingga tidak akan pernah bisa dibandingkan antara satu sama lain karena semua memiliki keyakinan dan kepercayaannya masing-masing. Agama adalah sebuah bukti dimana hati nurani manusia masih ada di jaman sekarang yang meskipun sudah maju dan sangat berkembang.

Mengetahui informasi mengenai sebuah agama menjadikan kita kaya akan pengetahuan dan wawasan menjadi semakin luas. Oleh karena itu, perlu untuk kita menambah wawasan untuk terus menumbuhkan sikap toleransi, sikap saling menghormati dan sikap saling menghargai antar umat beragama. Kali ini, kita akan membahas mengenai agama Katolik. Kasih dan kerukunan menjadi suatu hal yang penting dalam agama tersebut. Selain itu ada juga nilai atau sikap melayani serta mengabdi yang menjadi ajaran dari agama tersebut.

Salah satu dari sikap mengabdi dan melayani adalah menjadi Pastor atau Romo. Menjadi Pastor atau Romo dalam agama Katolik merupakan sebuah hal atau kesempatan yang berharga dan sangat luar biasa. Bukan karena sebuah jabatan, tapi karena mendapat kepercayaan dan tanggung jawab yang tidak main-main. Hal itulah yang membuat adanya syarat dan tahapan untuk seseorang bisa menjadi Pastor atau Romo dalam agama atau Greja Katolik.

Tahapan yang pertama untuk menjadi seorang Romo atau Pastor adalah memenuhi syarat dasar yaitu harus laki-laki dan mengambil keputusan untuk tidak menikah. Mengapa hal tersebut menjadi syarat dasar? Karena seorang Romo atau Pastor harus mengkhususkan dan memfokuskan dirinya dalam kehidupan agama. Jadi bagi hobi sepak bola dan member http://multibet88.co tentunya sudah tidak bisa mendaftarkan diri juga. Tahapan yang selanjutnya adalah secara aktif dan semangat terlibat dalam paroki minimal 2 tahun. Selain itu anda juga dapat belajar dari Romo anda untuk mendapatkan bimbingan. Tahapan yang terakhir adalah anda perlu merenungkan kembali dan memeriksa iman dan hati anda.

Biarawati Gereja

Mengenal Kehidupan Biarawati Dalam Agama Katolik

Agama Katolik adalah salah satu dari 6 agama yang sah dan diakui di Indonesia. Agama ini memiliki banyak nilai positif mengenai kasih dan kerukunan yang dapat turut serta menjaga kehidupan beragama di bangsa Indonesia. Dalam agama Katolik sendiri ada begitu banyak hal yang dapat kita ketahui dan pelajari untuk menambah wawasan kita. Agama Katolik sama seperti agama yang lainnya, memiliki ciri khas dan nilai positifnya masing-masing yang sama sama mengajarkan mengenai sikap saling toleransi, sikap saling menghargai, dan sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama serta bernegara. Tidak ada agama yang mengajarkan untuk membenci dan memerangi sesama.

Hal inilah yang menjadikan bangsa Indonesia memiliki semboyan yang sangat terkenal yaitu Bhineka Tunggal Ika. Semboyan ini memiliki arti dan makna yaitu berbeda-beda tapi tetap satu jua. Sikap toleransi, saling menghargai, dan saling menghormati salah satunya adalah dengan menambah wawasan mengenai nilai positif dan ciri khas yang ada dari sebuah agama dan menghargainya.

Salah satu hal yang sangat menarik yang akan kita pelajari dari agama Katolik adalah kehidupan biarawati yang ada dalam agama atau Greja Katolik. Biarawati adalah wanita yang mengkhususkan hidupnya untuk mengabdi dalam kehidupan agama di sebuah biara atau tempat ibadah. Wanita ini harus meninggalkan kehidupan duniawi, semua kesenangan duniawi, dan segala hal lainnya yang memuaskan keinginan manusia. Mereka harus mengambil keputusan untuk benar-benar mengkhususkan diri dan sangat fokus akan hidupnya untuk mengabdi dan melayani untuk agama dan biara atau suatu tempat ibadah dalam agama Katolik. Keputusan ini memang tidak mudah tapi mereka menyukai dan menerima resiko apapun untuk menjadi seorang biarawati.

Biarawati di Indonesia biasanya memiliki panggilan suster atau dalam bahasa Belanda di panggil sebagai Zuster yang artinya saudara perempuan. Mereka mengabdikan hidupnya untuk bekerja di berbagai bidang seperti bidang pendidikan, pelayanan sosial atau kesehatan dan lain sebagainya. Para biarawati ini memiliki syarat khusus yang sama seperti Pastor atau Romo dalam agama Katolik yaitu tidak menikah. Hal tersebut dikarenakan mereka telah mengucapkan sebuah janji yang dinamakan sebagai kaul. Ada beberapa Kaul yang harus dideklarasikan yaitu kaul kemurnian, kaul ketaatan, dan kaul kemiskinan dalam suatu komunitas religius.

Umat Katolik

Bukti Kerukunan dari Umat Katolik

Sebagai penduduk Indonesia dengan kondisi dimana begitu banyaknya keragaman budaya, ras, suku, tradisi, dan agama, kita sebaiknya berusaha dan belajar untuk menumbuhkan sikap toleransi, sikap menghormati, dan sikap menghargai satu sama lain. Hal ini sangat diperlukan agar kita benar-benar menerapkan dan mempraktekan beberapa nilai dan dasar negara kita yaitu Pancasila. Pancasila memiliki berbagai nilai yang komplit dan utuh sebagai dasar dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Bila kita bisa belajar untuk menjaga kedamaian dan kerukunan antar agama, maka akan tercipta kehidupan bangsa yang lebih baik, aman, damai, dan sejahtera. Di jaman dimana begitu banyak kejahatan di luar sana, kita perlu bertindak dan mengambil bagian untuk mencegah kejahatan dan menebarkan sikap dan nilai yang positif.

Kerukunan Agama

Salah satu cara yang dapat merealisasikan hal itu adalah dengan cara berusaha untuk menjaga kerukunan. Salah satu contoh yang dapat kita pelajari adalah dari perbuatan yang dilakukan oleh agama Katolik. Sebenarnya memang banyak hal lain yang dapat kita jadikan teladan, namun ini adalah salah satu contohnya. Dalam agama Katolik, kasih dan kerukunan adalah hal yang sangat dijunjung tinggi dan diajarkan sejak dini dalam keluarga maupun umat di Gereja.

Hal ini sangat penting untuk diajarkan dan diterapkan agar kehidupan manusia dan kehidupan antar umat beragama menjadi lebih baik. Dalam agama dan Gereja Katolik, diajarkan untuk selalu memiliki kasih dan kerukunan. Hal tersebut juga bukan hanya menjadi sebuah ajaran atau teori saja, namun juga dipraktekan. Salah satu hal adalah melalui pelayanan amal kasih. Umat Katolik dapat mengambil bagian dan turut serta dalam pelayanan amal kasih sebagai cerminan dan praktek dari ajaran yang mereka dapatkan dan pelajari.

Dalam pelayanan amal kasih ini, umat Katolik berkontribusi dalam menolong sesama tanpa pandang bulu. Dengan begitu nilai kerukunan dan kasih yang diajarkan dapat dipelajari dan diingat dengan baik karena ikut turut serta mempraktekannya. Masih banyak lagi hal atau nilai positif yang dapat kita pelajari, namun yang terpenting adalah sikap toleransi, sikap saling menghargai, dan sikap saling menghormati harus terus ditumbuhkan dalam hati kita agar kehidupan manusia dan kehidupan antar umat beragama menjadi lebih baik dari hari ke hari.